PengalamanKu

Keluargaku, Sekolahku

Keluarga merupakan tempat belajar pertama dan utama bagi seorang anak. Anak pertama kali kenal dengan ibu bapaknya, lalu dengan anggota keluarga lainnya. Anak meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang didekatnya. Mereka menyerap apa yang dilihat, didengar, dialami sehari-hari.

Keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak-anak. Dalam keluarga seorang anak belajar sopan santun, belajar cara makan, belajar mencuci, belajar tentang kebersihan, belajar bertoleransi, belajar berkasih sayang, belajar berbagi, belajar membaca, belajar berhitung. Dalam keluarga pula seorang anak belajar mencaci, belajar memukul, belajar melampiaskan kekesalannya dengan menyalahkan orang lain, belajar menipu, belajar berbohong. Semua nilai positif dan negatif itu dipelajarinya terutama dari kedua orang tuanya. Sehingga jika orang tua berharap anak-anaknya mempunyai perilaku yang baik, maka dia juga harus memberikan contoh yang baik pula.

Keluargaku, sekolahku. Dalam keluarga kecilku ini aku belajar. Belajar untuk menjadi ibu yang baik untuk kedua anakku. Belajar untuk menjadi istri yang baik bagi suamiku. Tak mudah pastinya bagiku jika menengok bagaimana latar belakang keluargaku. Namun aku tetap berusaha. Walau kadang harus ada deraian air mata. Walau kadang ada amarah dan juga sesal. Amarah adalah sikap bawaan dari keluargaku, yang selalu aku coba redam. Sesal sering muncul jika ku tak sanggup menahan amarah dan menunjukkan perilaku tak baik di depan anak-anak yang membuat mereka terdiam.

Keluargaku, sekolahku. Disinilah aku coba merangkai kata. Mengisahkan apa saja yang terjadi dalam keluargaku. Kisah-kisah yang semoga dapat diambil hikmahnya. Bagi diriku sendiri dan bagi siapapun yang membacanya. Kisah-kisah yang dapat aku jadikan bahan refleksi kembali dimasa-masa yang akan datang. Kisah-kisah yang akan dapat dinikmati oleh kedua anakku nanti kala mereka telah lancar membaca. Hingga mereka dapat berkata “lewat tulisan ini, aku jadi tahu bagaimana perkembanganku dalam asuhan orang tuaku”

Iklan

3 thoughts on “Keluargaku, Sekolahku

  1. Saya juga merasa demikian, mbak Nara … Keluargaku, sekolahku! 😉

    Kadang saya mendapat pengetahuan yang sangat berharaga dari Wortel padahal usianya belum menginjak 3 tahun saat ini. Kalau jeli, kita memang bisa membaca banyak hal dari lingkungan terkecil kita yaitu keluarga 🙂

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s