PengalamanKu

Menikmati Kegiatan Memasak Bersama Anak-anak

Memasak, ini kegiatan wajib yang aku lakukan tiap pagi. Berawal dari keinginan memberikan asupan makanan sehat bagi keluargaku. Keinginan untuk berhemat juga tentunya. Tak apalah repot sedikit, mengorbankan diri untuk bangun lebih pagi. Saat anak-anak masih tidur, kegiatan memasak dapat dilakukan dengan tenang tanpa gangguan.

Namun ada kalanya aku bangun bersamaan dengan anak-anak, kadang juga mereka bangun lebih dulu lalu membangunkan aku. Jika demikian, maka kegiatan memasak bisa sedikit tertunda, tapi tetap dilaksanakan. Adakalanya mereka mau duduk manis melihat tayangan kartun di TV, atau asyik bermain berdua. Namun lebih sering mereka membuntuti aku ke dapur. Si abang bertanya ini itu, si adik ribut minta digendong ingin melihat apa saja yang mamanya lakukan diatas meja dapur

     

Mau tak mau, walau sering harus diiringi teriakan peringatan, jadilah kulibatkan mereka dalam acara memasak. Si abang paling suka acara ngulek bumbu. Sementara si adek suka nguntit bawang putih lalu dimasukkan ke mulutnya.

Waktu untuk memasak tentu saja jadi lebih lama. Aku harus menunggu si abang bosan lalu menyerahkan ulekannya padaku sambil bilang “mama aja”. Maklumlah, punya ulekan juga cuma satu. Lalu dia akan mengamati aku mengulek bumbu sambil bertanya “bumbu apa ini ma?”. Setelah bumbu halus, ulekan kembali dia minta “babang aja” katanya.

Tentunya tak masalah jika waktuku longgar. Namun akan jadi masalah jika waktunya mepet. Sudah menjelang jam 6, sementara aku belum mandi. Padahal kantor masuk jam 7. Emosi jadinya, apalagi kalau mereka susah dibilangi. Maunya nempel terus. Jadilah adik digendong dan siabang berdiri disamping/belakangku sambil memegangi bajuku. Tangan sibuk beraksi, mengaduk sayur, menggoreng ikan.

Aku berusaha menikmati kegiatan ini. Sekaligs memberikan pelajaran juga bagi mereka sedari dini. Pelajaran tentang pentingnya kebersihan bahan-bahan makanan. Pelajaran mengenai pentingnya kebersihan peralatan makan dan juga lingkungan dapur. Pelajaran bagaimana membuat dan menyajikan makanan yang sehat. Pelajaran berhemat dengan menghindari jajan diluar, toh makanan sudah tersedia di rumah. Saat ini mereka belum tahu semua itu, namun nanti lama-kelamaan mereka pasti akan mengerti

Iklan

2 thoughts on “Menikmati Kegiatan Memasak Bersama Anak-anak

  1. Wow…. Saya belum berani mengajak Wortel beraktifitas di dapur sampai sekarang. Dia masih belum bisa dilarang takutnya tangannya gratilan atau loncat-loncat gak karuan. Maklum saya pernah punya pengalaman jelek tersiram minyak panas jadi gak mau terulang lagi 😉

    1. Dari umur setahun sudah saya kenalkan istilah panas dengan cara meminta mereka memegang botol susunya saat susunya baru dibikin dan masih agak panas. Sampai sekarang, jika dibilang “awas air/minyak panas” mereka akan segera mundur. Bahkan si abang jadi sering gantian nyuruh saya mundur klo lagi merebus air atau menggoreng “awas anas ma” sambil menarik-narik baju mengajak menjauh 🙂

      Untuk urusan pisau, belum berani pakai didepan mereka. Jadi kalau mereka nungguin saya, nggak ada acara potong memotong / iris mengiris. Nunggu setahun lagi mungkin

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s