PengalamanKu

Mengajak Anak ke Kantor

Saya mempekerjakan PRT hanya disiang hari saja. Pagi dia datang, sore setelah saya nyampe rumah, dia pulang. Saya lakukan ini karena saya tak ingin terlalu tergantung dengan PRT dan anak-anak terlalu dekat dengan dia. Saya pekerjakan dia khusus untuk menjaga anak-anak disaat saya tak berada di rumah. Kerepotan selalu terjadi kala mendadak si mbak nggak bisa masuk, entah karena sakit atau ada keperluan lain.

Hari ini, si mbak nggak masuk. Tumben tak ada kabar, biasanya klo nggak masuk, dia pasti sms kasih kabar. Padahal saya ada jadwal ngajar pagi hari. Jadilah, saya buat kesepakatan dengan suami untuk gantian jaga di rumah. Pagi saya ke kantor dan suami jaga anak-anak di rumah. Jam istirahat siang saya pulang, sekalian ijin nggak balik ke kantor lagi, sementara suami gantian meninggalkan rumah.

Menjelang jam 2 siang, ada sms masuk. Dari pimpinan dikantor, nyuruh ke ruang meeting karena ada tamu dari luar kota yang harus saya temui, karena berkaitan dengan diklat yang biasa saya tangani. Begini deh resiko tinggal berdekatan dengan kantor. Harus siap setiap saat di panggil ke kantor, bahkan walau diluar jam kerja. Waduh, klo saya pergi, anak-anak sama siapa?

Akhirnya saya putuskan untuk membawa anak-anak ke kantor. Saya sms pimpinan supaya kirim orang untuk jemput ke rumah. Sambil nunggu jemputan, saya ganti baju dan popok anak-anak, sisir rambut mereka dan oleskan bedak di muka mereka. Biar tampak segar walau tak habis mandi.

Jemputan datang. Tapi si abang malah masuk kamar, mogok nggak mau ikut. Harus dibujuk dulu, baru dia mau beranjak kelar kamar dan mengambil sandalnya. Diiringi gerimis, meluncurlah kami ke kantor.

Sampai kantor, mohon maaf dulu karena sambil gendong dan gandeng anak-anak masuk ke ruang meeting. Eh si abang lagi-lagi mogok, nggak mau diajak duduk. Mesti bujuk-bujuk lagi, masuk ruang sebelah, dudukkan di kursi, kasih stabillo dan kertas. Setelah dia asyik corat-coret saya pamiti dia untuk masuk ruang meeting. Dia mengangguk. Saya titipkan abang supaya diawasi pada teman-teman yang ada di situ. Sementara si adik saya gendong bawa masuk.

Alhamdulillah si adik nggak rewel selama di dalam ruangan meeting. Meeting selesai, kesepakatan di buat, bisa juga sambil momong anak. Anak-anak tertangani, kerjaan juga beres.

Lain kali, klo terpaksa si mbak nggak masuk, kayaknya bisa nih anak-anak diajak lagi ngantor, daripada mesti ijin nggak masuk kerja 🙂

Iklan

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s