SatriaKu

Mama aja vs Strika Mbak

Kali ini aku mau nulis tentang kepemilikan dan kebiasaan. Masih berdasarkan kasus yang terjadi di rumah.

Kasus 1 : Hari sabtu, karena libur jadi kegiatan memasak agak siang. Menjelang jam 7 si mbak datang. Kegiatan memasak tinggal satu lagi, yaitu menggoreng ikan. Ikan sudah dibumbui, wajan berisi minyak goreng sudah ditaruh diatas kompor. Tinggal nyalain kompor, nunggu minyak panas dan sreng sreng.

Si mbak berinisiatif menyalakan kompor dan hendak menggoreng ikan tersebut. Abang yang melihat mbaknya ke dapur dan menyalakan kompor langsung protes “mama aja” sambil mendorong-dorong saya untuk ke dapur. Maksudnya, si mbak nggak boleh menggoreng ikan. Mamanya, alias saya lah yang harus menggoreng ikan itu.

Kasus 2 : Setrika di rumah rusak. Karena memang umurnya sudah tua dan susah diperbaiki lagi, maka kami memutuskan untuk membeli setrika baru. Maka pergilah suami ke toko peralatan elektronik, abang diajak.

Sesampai di rumah, si abang langsung cariin mbaknya, menyeret bungkusan setrika dan dikasihkan padanya. “ini mbak”. Waktu saya minta setrika itu, untuk melihat modelnya, maklumlah barang baru, si abang melarang “ini trika mbak, bukan punya mama”

***

Dari kedua kasus diatas, saya berkesimpulan bahwa si abang selama ini mengamati kebiasaan yang kami lakukan di rumah. Si abang terbiasa melihat saya lah yang memasak. Sehingga jika ada orang lain yang mengerjakan pekerjaan itu dia akan memprotes. Tak hanya si mbak yang di protes, bahkan kala suami membantu saya di dapur pun dia akan protes. Melonjak-lonjak menyeret saya untuk ke dapur, mendorong-dorong papanya untuk meninggalkan dapur. Tapi kalau saya sedang tidak ada di rumah dan suami memasak di dapur, si abang santai aja saja. Membiarkan papanya memasak dengan tenang tanpa gangguan.

Si abang tak pernah melihat saya setrika. Saya memang memilih setrika di malam hari, kala mereka sudah tidur. Saya khawatir kalau saya setrika saat mereka terjaga, malah akan jadi kacau. Mereka pasti akan usil untuk ikut-ikutan meniru setrika, atau mengaduk-aduk tumpukan baju di keranjang.

Anehnya, mereka akan duduk manis kala si mbak setrika di siang hari. Mereka akan asyik main berdua, atau menonton DVD.

Karena si abang tak pernah melihat saya setrika dan sebaliknya sering melihat si mbak menyetrika disiang hari, maka dia beranggapan setrika itu punya si mbak.

***

Hasil pengamatan saya, si abang sudah belajar tentang tugas serta kepemilikan. Jika saya ada, maka sayalah yang memasak. Jika saya tak ada, maka papanya dan juga si mbak boleh menggantikan tugas saya.

Barang yang sering dilihatnya saya gunakan, maka itu adalah punya saya. Barang yang sering dilihatnya digunakan si mbak, maka itu adalah milik si mbak. Walau dalam kenyataannya, apa yang sering kita gunakan belum tentu adalah kepunyaan kita.

 

Iklan

2 thoughts on “Mama aja vs Strika Mbak

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s