PengalamanKu

Uang Jajan untuk Anak Sekolah, Wajibkah?

Pagi ini, di timeline twitter seorang teman menulis telah melalaikan suatu tugas yang seharusnya dilakukan untuk mengawali hari ini, dan karena kelalaian itu dapat berakibat fatal. Jadi penasaran tugas apakah itu? Tapi setelah tahu jawabannya, kok malah merasa gimana gitu. Tugas yang dilalaikan itu adalah “memberi uang saku/uang jajan pada anaknya yang masih duduk di bangku SD”.Β  Si teman itu lalu meminta pada adiknya (paman si anak) buat nyusul ke sekolah, mengantarkan uang saku itu. Sebegitu pentingkah uang saku itu sampai harus disusulkan ke sekolah?

Tak hanya temanku itu, dilingkungan tempat tinggalku pun banyak ibu-ibu yang selalu memberikan uang jajan untuk anaknya yang mau berangkat sekolah setiap pagi. Pagi mau sekolah dikasih uang jajan, sore mau ngaji/les dikasih uang jajan lagi. Dalam sehari, pengeluaran uang jajan aja bisa berkisar 5000 sampai 10.000 ribu rupiah. Itu baru untuk satu anak, kalau anak lebih dari satu, pastinya nominalnya akan lebih besar lagi.

Alasan ibu-ibu tetanggaku itu paling banyak adalahΒ  “kasihan anaknya kalau cuma bengong saja, kepingin lihat teman-temannya makan jajanan”. Alasan yang masuk akal memang. Apalagi di depan gerbang sekolah, pasti banyak banget penjual jajanan di jam bubar maupun istirahat sekolah. Belum lagi jajanan yang ada dikantin sekolah. Tapi kan tidak semua jajanan itu sehat dan baik buat anak-anak. Sudah banyak di ulas di program berita di TV, banyak jajanan anak-anak itu yang mengandung pengawet, pewarna dan bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan.

Kebiasaan memberi uang jajan ini juga membawa akibat yang tidak baik yang akhirnya menyusahkan ortu juga. Pernah kejadian, anak tetangga nggak mau sekolah karena nggak dikasih uang jajan. Ortunya yang kebingungan, penghasilan pas-pasan. Akhirnya terpaksa ngutang ke tetangga, demi uang jajan! Parah banget kan kalau sampai begini.

Menyalahkan para ortu yang bersikap seperti itu? Siapalah aku ini sehingga berhak menyalahkan mereka?Aku tak bermaksud menyalahkan sikap para ortu yang selalu menunjukkan kasih sayang pada anak-anaknya dengan memberikan uang jajan. Aku hanya mengamati dan mengambil pelajaran dari kasus ini.

Bagi aku sendiri, aku lebih suka memberi bekal makanan/camilan buat anak-anakku dibanding memberikan uang jajan. Makanan/camilan yang aku olah sendiri, atau aku beli sendiri. Sehingga dapat meminimalisir adanya zat-zat yang membahayakan kesehatan. Tentunya ke anak juga harus diberikan pengertian kenapa mereka tidak dikasih uang jajan.

‘Uang jajan’ dikasih, tapi bukan buat jajan sembarangan. Kasih celengan satu-satu, uang jajannya di tabung. Ntar kalau dah banyak bisa buat beli sesuatu yang mereka inginkan. Entah mainan, baju, sepatu, buku, atau bahkan sepeda.

Pastinya tidak mudah kan memberi pengertian pada anak seperti ini. Apalagi kalau semua teman-temannya bawa uang jajan. Sesekali kepingin itu pasti, namanya juga anak-anak. Kita yang orang dewasa aja masih sering kepingin terhadap sesuatu yang dimiliki/dilakukan orang-orang disekeliling kita. Makanya harus dibiasakan sedari kecil.

Sedari sekarang, aku nggak pernah ngajari anak-anak untuk jajan ataupun makan di luar. Setiap hari aku sediakan makanan yang cukup di rumah, masak sendiri. Sekalian belajar masak dan coba-coba resep baru. Ke toko, pasar bahkan supermarket aku sering ngajak anak-anak. Tapi mereka tak pernah minta jajan, walau dilewatkan deretan rak yang menjual berbagai macam biskuit dan permen. Paling mereka teriak menyebut merk biskuit/permen itu karena sering lihat iklannya di TV. Saat ditawari “abang mau?”, maka si abang akan menggelengkan kepala.

Dibutuhkan konsistensi juga dari orang tua. Karena sekali aku lepas, memborong jajanan dan mereka lihat, maka lain kali pasti mereka akan minta. Bukan berarti aku nggak pernah kasih jajanan juga lho. Kadang-kadang, aku belikan juga biskuit bahkan es krim. Tapi aku yang memilihkan.

Semoga sampai besar, mereka terhindar dari kebiasaan jajan makanan yang tidak baik untuk kesehatan mereka, dan terbiasa dengan masakan rumah

Iklan

8 thoughts on “Uang Jajan untuk Anak Sekolah, Wajibkah?

  1. Memang, hal yang seperti ini terkadang tidak kita sadari, akan berdampak kurang baik pada anak-anak. Mumpung anak saya baru setahun jalan, jadi belum beggitu mengerti tentang yang beginian. Terimakasih telah berbagi kawan. πŸ™‚

  2. emang sebaiknya gitu, ngebiasain anak biar gak jajan sembarangan. kesehatan makanan bisa kita kontrol sendiri. semoga makin banyak ortu yang menerapkannya. πŸ™‚

    1. Makasih. Ntar aku belajar lagi dlu ya cara pasang link kunjungan disini πŸ™‚
      mohon dimaklumi masih baru di dunia WP.
      Waktu kecil, klo nggak dikasih mogok sekolah juga nggak? πŸ™‚

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s