#15HariNgeblogFF

Sepucuk Surat (Bukan) Dariku

Aku mencintaimu? Sudah pasti. Kau mencintaiku? Entahlah. Tak pernah ada kata cinta terucap dari mulutmu untukku. Walau kata sayang dan rindu sering terucap, namun aku masih tak tahu apakah kau mencintaiku.

Kau selalu berikan perhatian lebih padaku. Kau selalu ceritakan apapun kegiatanmu padaku. Sedang senang ataupun susah, kau selalu bercerita. Apakah aku sekedar tempat curhat bagimu? Tak apalah, aku senang kok. Aku sudah cukup berbahagia kau mau berbagi denganku. Aku sudah cukup bahagia bisa melihat senyummu mengembang.

“Abang!” Teriakanmu menghentikan langkahku. Aku berbalik dan mendapatimu mempercepat langkah menuju ke arahku.

“Akhirnya kudapatkan ini!” kau berkata girang sambil melambaikan sebuah amplop putih di depan mukaku. Amplop? Ada amplop artinya ada surat. Surat cintakah? dari siapa hingga dapat membuatmu girang begitu. Kau bilang “akhirnya” tadi? Jadi kau sudah lama menantikan surat itu? Siapa lelaki yang beruntung itu, kau tunggu tulisan cintanya demikian lama.

Badanku lemas. Ada orang yang telah mendahuluiku. Dan kau begitu girangnya. Ah, ingin rasanya aku melangkah meninggalkanmu. Aku tak ingin kau lihat muka sedihku. Tapi, tidak. Aku memilih tetap disini. Kau memanggilku, artinya kau membutuhkanku.

“Ke kantin yuk” kau segera menggamit tanganku, sebelum aku menyatakan persetujuanku. Kau terus bicara selagi kita berjalan. Aku sudah tak dapat lagi menyimak. Kuusahakan tersenyum kala kau menoleh ke arahku, walau aku nggak ngerti apa yang kau ucapkan.

Kita duduk berhadapan. Sambil menunggu pesanan, kau buka amplop yang masih ada dalam genggamanmu. Kau baca lembaran kertas didalamnya, sambil sesekali tersenyum. Ah, tahukah kau, senyummu itu membuat dadaku sakit. Kenapa aku harus ada dalam situasi seperti ini?

Kau sodorkan lembaran itu padaku. Kau ingin aku membacanya? Kau ingin aku mati dibakar cemburu? TIDAK. Aku menggeleng.

Kau masih juga menyodorkan kertas itu. Menganggukkan kepala. Kau benar-benar ingin aku membacanya.

Kuhela nafas panjang. Aku harus kuat. Aku lelaki yang kuat. Pelan-pelan kuulurkan tanganku. Mengambil kertas dari tanganmu. Kau tersenyum. Sekali lagi aku menghela nafas, kupejamkan mataku sebelum mengalihkan pandangan pada selembar kertas itu.

Kepada Yth

Andini Susilowati

Selamat, anda terpilih sebagai ………..

Iklan

2 thoughts on “Sepucuk Surat (Bukan) Dariku

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s