PengalamanKu

Kenangan pada yang Telah Tiada

Saat melayat seorang teman yang telah berpulang, rata-rata pelayat membicarakan almarhum. Hari-hari terakhir menjelang kematiannya, kenangan bersama almarhum, keluarga yang ditinggalkan, anaknya berapa, umurnya berapa? Saat melayat seolah waktu yang paling tepat untuk mengorek segala sesuatu tentang almarhum. Setiap orang seolah berlomba menjadi orang yang paling tahu tentang almarhum.

“Kasihan anaknya masih kecil-kecil…”

“Sayang ya, dia kan masih muda…”

“Itulah, sudah sering dinasihati agar tak merokok, sekarang begini akibatnya…”

“Almarhum sebenarnya sakit apa sih?”

“Ada perilakunya yang aneh nggak sebelum meninggal?”

Dan masih banyak lagi topik yang dapat diperbincangkan, semuanya berpusat pada orang yang telah meninggal tersebut. Bisa tentang sakitnya, penyebab kematiannya, saat menjelang kematiannya, keluarganya, pekerjaannya, kekayaannya, bahkan mungkin juga asuransinya.

Apakah memang harus seperti itu aktivitas saat melayat?

Melayat atau takziah, pada dasarnya adalah memberikan hiburan pada keluarga yang ditinggalkan. Menguatkan mereka agar sabar dan tabah menerima musibah kematian salah satu anggota keluarganya.

***

Usai pemakaman pun, masih banyak sekali cerita tentang almarhum. Orang-orang disekitarnya yang selama ini diam, seolah mendapat kesempatan untuk mengeluarkan apa saja yang mereka ketahui tentang almarhum. Baik yang mereka alami bersama almarhum, maupun cerita-cerita tentang almarhum yang mereka dengar dari orang lain. Cerita baik maupun cerita buruk. Semuanya diungkapkan. Kadang diselingi tawa dan ledekan. Kadang disertai raut muka sedih dan ratapan.

Ah, benarlah kata pepatah, manusia mati meninggalkan nama. Walaupun sudah mati, namun masih saja ada orang yang membicarakannya. Masih saja ada orang yang memujinya, namun masih juga ada orang yang mencacinya.

Berbuat baiklah dalam hidup, agar kita meninggalkan kenangan baik pada orang-orang yang kita tinggalkan kelak.

 

Iklan

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s