SatriaKu

Menyimak Dialog Ayah Anak

“Papa mo mana seh?”, si abang (2 tahun 5 bulan) bertanya waktu melihat papanya memasukkan beberapa barang ke dalam tas.

“Papa mau ke tempat mbah”.

Papanya selesai berkemas, lalu beranjak ke kamar mau ganti baju. Si abang mengikuti

“Lo, papa umah ja. ama babang” si abang melarang papanya pergi dan agar tinggal di rumah saja.

“Papa udah di tunggu mbah. Cuma sebentar kok, ntar papa pulang kita main lagi”

“Babang mo ikut” matanya terus menatap ke arah papanya

“Babang di rumah aja, ya. Kalau ikut nanti kehujanan. Capek naik bis. Rumah mbah kan jauh” Papanya berusaha memberi penjelasan agar si abang tidak ikut.

“Ujan papa. Nanti basah” kata si abang sambil mengacung-acungkan telunjuknya ke arah papanya.

“Iya, hujan. Makanya babang di rumah aja ya”

“Ujan papa! Sangan pegi. Nanti basah papa!” si abang gantian menasihati papanya. Nada suaranya naik. Itu artinya dia nggak mau di bantah.

“Keujanan. anti sakit. papa umah ja”

Aku yang sedari tadi cuma mengamati sambil senyum-senyum, tak urung jadi ketawa juga. Anakku, sudah pintar menasihati. Pandai betul dia meniru. Jadi dia sudah menyerap informasi baru, bahwa kalau kehujanan itu jadi basah. Bahwa kalau berhujan-hujan itu bisa menyebabkan sakit.

“Koyo ngeri-ngertio wae nak” kata papanya sambil tertawa juga.

***

Senang mengamati perkembangan mereka. Selalu ada sesuatu yang baru, yang membuat kami, orang tuanya dan si mbak, tersenyum. Kadang juga membuatku takjub bahwa anakku sudah bisa mengatakan ini, sudah bisa melakukan itu. Maka kata pinter, ganteng, cantik pasti menghujani mereka jika aku takjub. Tak lupa berhamdallah sebagai ungkapan syukur pada yang kuasa.

Anak-anakku. Tumbuhlah sebagaimana mestinya kalian harus tumbuh. Tumbuh dan berkembang secara alami sesuai usia kalian. Mama papa hanya bisa membimbing, memfasilitasi, mengawasi, memberikan contoh yang baik. Mama papa tak akan memaksa kalian untuk bisa ini itu, untuk menjadi A atau B.

Mama papa tak akan berucap “cepatlah besar” karena kalian pasti akan menjadi besar dengan sendirinya, sesuai tahap perkembangan menurut usia kalian. Kalian akan mampu melakukan ini itu pada saatnya nanti.

Anakku, nikmatilah masa-masa sesuai usiamu. Bermainlah. Belajarlah.

Iklan

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s