PengalamanKu

Saya Tinggalkan Anak Bersama Orang yang Tepat

Mendapat tugas keluar kota selalu menjadi dilema bagi saya. Saya harus meninggalkan anak-anak di rumah. Apalagi si mbak hanya bekerja dari jam 06.30 – 16.00, dari senin sampai jumat, diluar jam dan hari itu otomatis anak-anak hanya akan bersama suami.

Tak mungkin membawa mereka serta, apalagi jika bertugasnya sampai keluar pulau. Membawa anak-anak artinya juga harus sama bapaknya. Berat di ongkos. Karena kantor hanya menanggung biaya perjalanan dan akomodasi untuk saya sendiri. Jika membawa keluarga, artinya harus merogoh kocek sendiri.Pekerjaan suami juga tak bisa ditinggalkan terlalu lama.

Beruntung suami saya bukan pegawai kantoran yang terikat jam kerja. Berwiraswasta membuatnya dapat mengatur waktu kerja secara fleksibel. Dia juga selalu meyakinkan saya bahwa anak-anak akan baik-baik saja selama saya tinggal. Tugas harus dilaksanakan. Saya mendapat tugas itu, artinya saya di percaya. Kepercayaan tidak boleh disia-siakan.

Begitulah, akhirnya saya pun berangkat. Selama ini tak ada masalah berarti selama saya bertugas keluar kota. Anak-anak tetap baik-baik saja. Siang dalam pengasuhan si mbak, malam bersama suami. Satu-satunya masalah yang dikeluhkan suami hanyalan anak-anak terus bertanya “mama mana?”. Keluhannya bukan karena capek menjawab “mama kerja” tapi lebih pada rasa iri. Kenapa lebih sering mama yang dicariin anak-anak. Apa-apa maunya sama mama, padahal mama nggak ada, yang ada papanya. Padahal papanya juga bisa buatin susu, bisa diajak main, bisa mandiin, bisa diajak jalan-jalan, bisa nyebokin, bisa nyuapin.

***

Suatu kali, saya pernah ditanya oleh rekan kerja saya. Seorang lelaki yang usianya jauh diatas saya.

“Kok mau bertugas keluar kota, meninggalkan anak-anak. Kalau lelaki sih nggak pa pa, lha seorang ibu meninggalkan anak-anaknya”

Jika dia seumuran saya, pasti kami akan langsung berdebat seru. Tapi karena usianya jauh diatas saya, maka saya coba menahan diri. Saya hanya tersenyum lalu bilang “Karena saya yakin, bahwa saya tinggalkan anak-anak bersama orang yang tepat”

Si bapak ini, selama ini memiliki pandangan bahwa perempuan itu harusnya tinggal di rumah. Merawat rumah, suami dan anak-anak. Lelaki harus keluar rumah, kerja cari nafkah. Anak-anak dan rumah itu urusan perempuan.

Mencoba menentang pendapatnya ini, sama saja ngajak diskusi tanpa ujung pangkal. Karena pendapatnya sudah pasti berbeda dengan pendapat saya. Saya tak mau menentangnya, saya menghargai pendapatnya. Maka saya minta dia juga menghargai pendapat saya.

Urusan rumah dan anak-anak bukan semata-mata milik perempuan. Lelaki juga punya tanggung jawab mengurus anak dan rumah. Mengurus anak akan membangun kedekatan antara ayah dan anak. Sering terjadi interaksi antara ayah dan anak akan membuat si anak merasa bahwa ayahnya bukan robot, yang pergi pagi pulang sore. Malam saat anak-anak ingin bermain, si ayah sudah capek dan memilih mengurung diri di kamar atau rebahan di depan TV.

Urusan bersih-bersih rumah juga bukan semata-mata milik perempuan. Hari sabtu dan minggu, saat liburan adalah saat yang tepat untuk kerja bakti. Pagi-pagi jalan-jalan sekeluarga ke pasar. Belanja buat keperluan dapur. Sampai rumah, saya mencuci pakaian dan suami memasak. Kadang gantian, saya yang memasak, suami mencuci. Anak-anak? Kadang ikut mencuci, kadang ikut ribut di dapur, kadang asyik bermain berdua. Anak-anak akan belajar bahwa mencuci, bersih-bersih rumah itu bukan semata-mata kerjaan di mbak. Tapi kami sendiri bisa melakukannya, maka anak-anak pun juga harus bisa.

***

Begitulah, lelaki dan perempuan sama-sama punya tanggung jawab terhadap rumah tangganya. Tak ada istilah, ini tugas lelaki, itu tugas perempuan. Keduanya bisa saling mendukung. Keduanya bisa saling melengkapi.
***

Tulisan ini juga di muat di kompasiana
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/02/15/saya-tinggalkan-anak-bersama-orang-yang-tepat/

Iklan

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s