SatriaKu

Sudah Sekolah, Dik?

“Sudah sekolah belum?”

Begitulah pertanyaan yang sering diajukan pada sulungku, Satria (2,5 th) oleh siapapun barengan kami naik angkot. Kadang pak sopir yang nanya, kadang ibu-ibu sesama penumpang. Bila di jawab “Sudah” maka pertanyaan selanjutnya adalah “Kelas berapa?” dan akan dijawab “Lima” oleh Satria.

Anakku itu memang suka ‘cerewet’ kalau naik angkot. Berteriak-teriak sambil menunjuk “taksi…. bis besang… antot… tlek… ecak… salan eta api…”

Dia juga suka mengeja huruf-huruf dan angka setiap kali lihat spanduk, atau ada tulisan di kaca depan angkot. “ini a… ini e…” atau memberi tebakan pada papa/mamanya “ini uluf apa pa?…. ini angka blapa?…”

Dia memang sudah hapal A-Z baik huruf kapital maupun huruf kecil, sudah hapal angka 1 – 20. Karena itulah orang-orang sering bertanya, dimana anakku itu sekolah. Ditambah lagi postur badan anakku yang tergolong besar untuk anak seusianya.

Kami hanya tersenyum saja setiap kali ada menanyakan dimana anakku itu sekolah. Mau dijawab sekolah di rumah, ntar pertanyaannya makin panjang lagi. Jadi kami jawab aja kalau dia belum sekolah dan selama ini belajar pada papa mamanya di rumah.

***

Kadang suka heran dengan orang-orang yang menyarankan agar satria segera dimasukkan sekolah. Kakek neneknya, paman bibi, pakdhe budhe, semuanya menyarankan dia harus segera sekolah. Aduh, anak masih 2,5 tahun gitu kok disuruh sekolah, kasihan lah. Masih terlalu kecil. Biar aja di rumah dulu, bermain sepuasnya sama adiknya. Lagian di rumah juga ada yang ngajarin kok, si mbak yang biasa nemenin dia kalau siang juga telaten, juga pinter nggambar.

Ngomongin si mbak, jadi ingat kebiasaan satria dan adiknya. Mereka minta pensil/bolpen dan kertas, main corat-coret sebentar, lalu kertas dan bolpen dikasih si mbak, minta digambarin kupu-kupu, cacing, kecoak, ayam, bebek, ikan.

Balik lagi tentang sekolah. Jika saja mereka tahu bahwa aku berencana untuk homeschooling saja untuk kedua anakku, kira-kira apa tanggapan mereka yah? Bisa jadi aku akan dapat penentangan dari keluarga besarku. Apalagi jauh-jauh hari kakeknya sudah berpesan “pokoknya, umur 3 tahun, satria harus sudah sekolah”. Hadeuh susah kalau sudah kena kata ‘pokoknya’

Tapi aku berharap mereka mau ngerti dengan keputusan kami untuk HS saja bagi kedua anakku. Yang pasti butuh waktu untuk meyakinkan mereka. Butuh waktu untuk membuktikan pada mereka bahwa anak HS tak kalah dengan anak sekolahan.

Semoga saja.

Iklan

20 thoughts on “Sudah Sekolah, Dik?

    1. iya mbak, dari umur setahun dah dibiasain nonton DVD mengenal angka dan huruf. Sampai sekarang juga masih suka nonton DVD itu, nggak ada bosannya. Sampai-sampai ortunya harus ngalah klo lagi pengen nonton berita di tv, dan saat bersamaan anak-anak pengen lihat “angka-angka” ๐Ÿ™‚

  1. wah ternyata satria yang dalam photo di atas baru 2.5 th… saya mengira umurnya 5 tahunan ke atas..

    senangnya di karuniai anak yang sehat dan cerdas…

  2. hai mba, kunjungan balik, salam kenal ya.
    Iya ih, adik satria kalo enggak dibilang umur mah enggak nyangka kalo umurnya baru 2.5 tahun. Salam cubit buat satria :p

  3. Satria bongsor yaa, pinter lagi,,
    yang penting interaksi sosial dengan lingkungannya bagus itu sudah sebuah pondasi bagi anak dlm bermasyarakat nantinya.

    1. iya mbak, ortunya perawakannya juga besar sih hehehehe
      betul mbak, interaksi sosial itu sangat penting. Saya nggak mau satria kayak saya, yang tahunya cuma sekolah tanpa pernah disuruh ini itu sama ortu, akhirnya setelah selesai sekolah dan terjun ke masyarakat mengalami banyak kesulitan dalam pergaulan

  4. kalau di sini itu anak anak belajar nulis ya setelah masuk sekolah tingkatan SD, beda ya di sana itu anak anak TK sdh diajari nulis, di sini TK mah ยดseringnya cuma main mainan, namanya juga taman kanak kanak ๐Ÿ™‚

    1. iya, klo di indo saya sempat tanya2 ke temen2 yang anaknya udah pada sekolah, masuk SD itu ada tes calistung (baca tulis hitung).

      Disini lagi trend PAUD dan play group, tapi saya nggak berniat memasukkan satria ke salah satunya. Walau sering di ledek tetangga2, “kok satria belum masuk playgroup?”.

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s