NaylaKu

Bagaimana Menebus Rasa Bersalah pada Anak?

Seminggu lebih aku tinggalkan Nayla di rumah, hanya bersama si mbak dan kedua anaknya. Kebetulan ada tugas keluar kota. Deket sih, cuma di Batu. Tapi berhubung acara sampai malam, dan tak punya kendaraan, jadi nggak bisa ditempuh pp deh. Lagian udah disediakan penginapan, rugi kalau nggak ditempati heheheh…. Acara pertama, diklat untuk persiapan e-leraning di bulan juni nanti selama 3 hari. Sambung acara kedua, ToT penguatan kemampuan kepala sekolah selama 5 hari.

Kalau aku keluar kota, si mbak yang biasanya datang pagi dan sore pulang, aku suruh nginap di rumah. Konsekuensinya, kedua anak si mbak juga diajak ikut. Nayla jadi punya teman main, sesama cewek 🙂

Tentunya ada rasa bersalah karena meninggalkan nayla sendirian di rumah selama itu. Apalagi waktu dengar cerita si mbak, malam pertama saya pergi, nayla sampai jam 10 malam baru mau tidur. Nanyain terus di mana mama. Tiap dengar suara kendaraan yang lewat di depan rumah, segera lari ke jendela untuk mengintip. Berharap kendaraan itu membawa mamanya pulang. Inilah akibatnya karena siangnya, saat saya berangkat, dia masih tidur. Jadi tidak saya pamiti. Karena tidak dipamiti, maka bangun tidur, dia mencari-cari.

Gimana menebusnya? Pengin beliin es krim kesukaannya. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, nggak jadi. Waktu yang hilang tak bisa diganti, apalagi cuma dengan es krim. Tanpa harus keluar kota pun, sewaktu-waktu kami bisa beli es krim. Es krim di coret dari daftar. Akhirnya diputuskan sabtu minggu kemarin, adalah waktu buat kami berdua. Kebetulan juga si mbak kalau sabtu minggu libur. Jadi saya putuskan, saya akan temani nayla main sepuasnya.

Hari sabtu, sukses di rumah aja. menemani lihat DVD kesukaannya, nemani jalan-jalan dan lari-larian di taman deket rumah. Nunggu dan ngawasin dia main gunting potong-potong rumput, mendorong sepeda yang dinaikinya, lompat-lompatan di kasur. Hari minggu, sepertinya dia bosan di rumah. Habis mandi, ngajak naik angkot.

Saya pun putar otak lagi, naik angkot kemana. Akhirnya di putuskan ke mall saja, kebetulan lagi ada pembukaan festival topeng malang di sana. Ternyata kami datang kepagian, mall masih tutup, tapi untung supermarketnya sudah buka. Muter2 dulu di supermarket, nayla minta dibeliin mainan ikan-ikan kecil yang bisa berbunyi jika di pencet. Selain itu pastinya ada makanan juga, dia minta dibelikan donut.

Keluar dari supermarket, kami jalan muter-muter lagi. Kebetulan saya juga mau beli sandal. Sandal di dapat, kami jalan lagi. Lewat gerai kerudung, nayla mogok jalan. Matanya menatap manekin kecil yang diberi kerudung.

“dd mau kerudung?” saya pun bertanya untuk meminta penegasannya. Anak2 saya ini tipe orang yang nggak mau dibelikan barang-barang. Jadi kalau niat belikan sesuatu, anak2 harus diajak, ditanya dulu mau atau nggak. Kalau mau, mereka sendiri yang harus milih. Kalau orang tuanya yang milih, mereka bakal cemberut.

Nayla mengangguk. lalu saya tanya si mbak yang jaga gerai, ada warna apa aja. Dan si dd milih warna biru, pas banget dengan baju yang dia pakai. Kerudungnya nggak boleh dibungkus, maunya langsung dipakai.

Abis itu, maunya langsung pulang. Eh, pas lewat gerai boneka, dia ngajak masuk. Dan seperti tadi, saya tanya apakah dia mau boneka. Karena dulu, pernah saya ajak ke gerai boneka, dia malah nangis, takut katanya.

Tapi siang itu, dia mengangguk. Masuklah kami kesana. Dia senang sekali menunjuk-nunjuk sambil menyebut nama2boneka itu, kinci, domba, panda…….. Karena dia suka sekali lihat shaun the sheep, saya tawarkan untuk membeli boneka domba saja. Tapi dia menggeleng. Saya tunggu aja, sampai dia yang minta.

Setelah agak lama melihat-lihat, akhirnya keluar juga permintaannya. “dd mau panda”. OK lah, saya biarkan dia sendiri yang milih pandanya. Dia pilih yang besar dan langsung di peluk. Waktu mau dikasih plastik ama mbak yang jaga gerai, nggak dibolehin :).

Keluar dari mall, muncul satu lagi permintaannya. Dia nggak mau diajak naik angkot! maunya pulang naik taksi. Sudah saya bujuk, naik angkot aja, terus turun dari angkot naik becak. Tapi dia nggak mau. Yah, jadilah akhirnya naik taksi.

***

Di rumah, saat dia tidur, kembali saya ucapkan permintaan maaf karena meninggalkannya kemarin. Semoga kerudung dan boneka panda itu bisa menjadi sedikit penghibur baginya. Karena saya sadar, waktu kebersamaan kami tak bisa diganti dengan aneka macam hadiah. Bahkan uang sekalipun.

Iklan

7 thoughts on “Bagaimana Menebus Rasa Bersalah pada Anak?

  1. memang ada kalanya kita harus meninggalkan buah hati untuk sementara. tapi tak apa nanti juga akan terbiasa..

    wah senangnya Nayla dapat boneka panda ….

    1. hehehe, dulu waktu masih dalam perut bisa diajak tugas kemana-mana. Setelah keluar dari perut, ditinggal di rumah kalau dapat tugas keluar kota
      Iya, sekarang si panda nya sering diajak ngobrol.

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s