PengalamanKu

Pentingnya Ice Breaking dalam Pembelajaran

Mengajar diklat 8 hari berturut-turut, bahkan juga di hari sabtu minggu, tentunya harus punya banyak variasi metode mengajar agar peserta tidak jenuh. Apalagi pelaksanaan diklat di hotel, pengajar dan panitia sama-sama jauh dari keluarga. Demikian juga yang sedang saya lakukan kini, mengajar diklat penguatan kepala sekolah untuk wilayah jawa timur (bojonegoro dan mojokerto) selama 8 hari di hotel klub bunga, Batu.

Ada 141 peserta yang dibagi ke dalam tiga kelas. Satu kelas ada dua pengajar. Waktu pembelajaran dari jam 07.00 hingga 17.00, dengan diselingi coffee break dua kali dan sekali ishoma. Ada 8 materi yang harus disampaikan. Tentunya akan membosankan jika peserta hanya menjadi pendengar saja.

Pemaparan materi, tanya jawab dan diskusi kelas, pembagian tugas dan diskusi kelompok, adalah metode pembelajaran yang kami terapkan. Dengan porsi tanya jawab dan diskusi lebih banyak di bandingkan pemaparan materi. Harapannya, para kepala sekolah tersebut dapat berbagi pengalaman kasus-kasus di tiap sekolah serta solusinya. Karena sekolahnya bermacam-macam. Kepala SMP, SMA dan SMK dalam satu kelas. Berbaur dan belajar bersama.

Disela-sela materi ini, beberapa kali kami selipkan ice breaking untuk membuat suasana menjadi cair dan mengkondisikan peserta agar semangatnya tetap terjaga.

Iklan

7 thoughts on “Pentingnya Ice Breaking dalam Pembelajaran

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s