PengalamanKu

Masih Tentang Uji Kompetensi Guru (UKG) Online

Senin, 30 Juli 2012, akhirnya dilaksanakan juga UKG online untuk guru SMP secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Nantinya akan di susul pelaksanaan UKG online bagi guru PAUD, TK, SD, SMA dan juga SMK.

Banyak berita yang beredar, banyak sudah yang menuliskan tentang UKG Online. Ada yang positif ada pula yang negatif, ada yang pro dan kontra, ada yang benar ada juga yang salah, ada yang berisi pandangan pribadi ada yang berasal dari sumber yang jelas. Semua informasi itu ada yang makin mencerahkan, ada pula yang makin membingungkan. Ada yang membuat para guru makin takut dan was-was, ada yang membuat makin mantap untuk mengikuti ujian.

Saya pun tergerak untuk sedikit menuliskan apa yang saya ketahui dan alami sendiri berkaitan dengan UKG Online. Semoga tulisan saya ini tidak membuat informasi semakin simpang siur.

Ada issu yang beredar bahwa UKG Online ini akan membawa dampak pada tunjangan sertifikasi guru, dimana guru yang tidak lulus, tunjangan profesinya akan di potong sekian persen bahkan di hapuskan. Berita ini tentu saja tidak benar. UKG bertujuan untuk memetakan kompetensi guru, baik kompetensi pedagogik maupun profesional. Setiap soal di susun berdasarkan standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD) maupun indikator keberhasilan, dan kisi-kisinya sudah beredar sebelum pelaksanaan UKG. Dari sinilah pemetaan dapat dilakukan. Katakanlah seorang guru dapat mengerjakan 60 dari 100 soal yang ada. Maka dari 60 soal ini akan langsung terpetakan SK dan KD apa saja yang sudah dikuasai oleh guru. Dari 40 soal yang belum bisa dijawab dengan benar, dapat diketahui SK dan KD apa saja yang belum dikuasai oleh guru.

Apa yang akan dilakukan terhadap guru yang tidak lulus? Dari hasil pemetaan akan diketahui kompetensi apa saja yang kurang. Selanjutnya akan di adakan diklat pasca UK, yang direncanakan akan dimulai bulan september 2012. Tentu saja pelaksanaanya akan dilakukan secara bertahap

Dalam pelaksanaan UKG, para guru harus terhubung ke internet. Bahkan di beberapa daerah, guru diwajibkan membeli laptop dan modem. Saya rasa ini akal-akalannya orang-orang tak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan dari pengadaan laptop dan modem saja. Jika mendengar atau membaca istilah online, kebanyakan dari kita langsung membayangkan “terhubung ke internet”, padahal tidak selalu demikian. Online bermakna terhubung ke jaringan komputer, bisa lokal maupun global.

Sistem UKG Online yang dikembangkan menggunakan sistem terdistribusi. Ada Tempat Uji Kompetensi (TUK) di setiap daerah, yang di masing-masing propinsi dikoordinatori oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). Disetiap server di TUK ini sudah terinstal sistem untuk ujian online, berikut semua data-data yang diperlukan. Koneksi ke server pusat hanya dilakukan jika ada update data saja.

***

Untuk para guru yang sudah mengikuti UKG online dan dinyatakan lulus, saya ucapkan selamat. Bagi yang belum lulus, jangan berkecil hati. Bagi yang masih menunggu giliran untuk ujian, tak perlu resah dan gelisah. Tak perlu mencari-cari bocoran soal. Soal-soal yang diujikan, untuk kompetensi profesional adalah apa yang bapak ibu guru ajarkan pada anak didik selama ini. Sedangkan untuk kompetensi pedagogik adalah apa yang bapak ibu lakukan dalam proses belajar mengajar di kelas. Secara umum komposisinya adalah 30 soal pedagogik dan 70 soal untuk kompetensi profesional.

Iklan

7 thoughts on “Masih Tentang Uji Kompetensi Guru (UKG) Online

  1. ke simpang siuran beritalah yang membuat para guru panik…. seharusnya pihak terkait cepat membaca situasi seperti ini dan segera memberikan informasi yang benar dan jelas tentang hal ini….
    maaf ini hanya pemikiran saya yg bukan seorang guru…

    1. iya, sosialisasinya udah lama sebenarnya. Tapi kan orang yang diberi sosialisasi di tingkat pusat belum tentu menyampaikan hal yang sama saat kembali ke daerahnya. Inilah yang menimbulkan pengertian dan penafsiran yang berbeda-beda

  2. Aku gak tau kalo buat guru ya, Mbak.
    Tapi di Quality System yang aku rancang di pabs aku, emang kami punya namanya kompetensi matrix. Untuk setiap posisi, jadi harus memenuhi sejumlah kompetensi. Kemudian direview setiap orang, apakah sudah memenuhi semua kompetensi yang diminta untuk posisi itu.
    Jika memang terdapat gap antara kompetensi matrix dan skill yang dimiliki, maka akan dibuatkan training plan. Setelah mengikuti training, kembali dievaluasi apakah sudah memenuhi requirement.
    Kurleb UKG ini tujuannya seperti itu kali ya ?

    1. iya kurang lebih seperti itu yang diinginkan.
      Karena selama ini banyak guru yang sibuk melengkapi dokumen untuk sertifikasi hingga melupakan tugas utamanya untuk mengajar. Banyak kasus juga sertifikasi guru ini menjadi lahan bagi oknum2 di dinas pendidikan untuk “memalak” para guru. Dengan biaya sekian, maka urusan lancar

  3. Hehe panik mencerna informasi, panik masalah perangkatnya dan hakikat makna substansinya kadang sedikit terabaikan (shg muncul sms minta bocor2 ke Jeng Nanik). Semoga membuahkan hasil ya.

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s