PengalamanKu

Mudik

Sudah memasuki pertengahan bulan puasa. Pembicaraan di kantor dah mulai beralih seputar persiapan lebaran. Baju baru, kue-kue lebaran, zakat fitrah, THR dan tentu saja mudik!

Mudik, entah ini kata indonesia baku atau bukan (malas mencari). Kenapa pulang kampung saat menjelang lebaran disebut mudik sementara di waktu-waktu lain tidak? Barangkali ada yang tahu, boleh share di sini.

Tradisi pulang kampung menjelang lebaran ini sepertinya menjadi agenda tahunan wajib bagi para perantau. Bahkan jauh-jauh hari sudah memesan tiket pp, baik kereta, bus ataupun pesawat. Banyak pula yang mudik naik sepeda motor. Jika tak terkendala biaya, rata-rata semua perantau ingin mudik saat lebaran. Apa sih asyiknya mudik?

Saya sendiri susah kalau diminta menjelaskan apa asyiknya mudik. Menempuh perjalanan panjang, rebutan naik bus, desak-desakan, kena macet di jalan, harga tiket bisa 2 kali lipat dari hari biasa. Tapi tetap aja tiap tahun di jalani.

Lebaran tahun ini, saya dan suami berencana untuk tidak mudik. Keluarga suami di bengkulu, dan mei kemarin kami baru saja dari sana. Orang tua saya di klaten (jawa tengah) dan angkutan umum agak susah mencapai kampung kelahiran saya yang letaknya di pelosok. Kasihan anak-anak ntar kecapekan di jalan. Kasihan saya nya juga repot, ribet dan capek baik dalam persiapan maupun di perjalanan. Jadi diagendakan pulang ke klaten nanti saja saat idul adha.

Bagi yang mau mudik, persiapkan baik-baik dan hati-hati di jalan. Bagi yang tidak mudik, selamat menikmati lebaran di rantau.

Iklan

28 thoughts on “Mudik

  1. Iya, saya juga bingung Nara, kenapa ya kok disebut dengan istilah mudik? Apa berasal dari kata udik yang artinya kampung? Padahal nggak semua orang juga tinggal di sebuah perkampungan ya…hehe, abaikan…saya juga nggak ngerti soalnya…

    Selamat menikmati libur lebaran di rumah sendiri, Nara…mudah-mudahan rencana mudik Idul Adha nanti bisa terlaksana dengan lancar 🙂

  2. amien..semoga yang mudikers lebaran ini lancar dan aman..selamat sampai tujuan dan suasana suka cita semua..
    aku yo ra mudik mbak lebaran iki, tapi dijadwalkan balek kampung urus ini itu sekitaran bulan september atau oktober yang longgar dikerjaan dan pas sangu-nya hehehe….

  3. Yang saya tahu, mudik berarti pulang atau kembali ke kampung halaman.

    Dan kampung halaman bisa dimaknai sebagai tempat kita lahir dan menghabiskan masa kecil atau tempat orangtua kita tinggal saat ini.

    Tradisi mudik saat lebaran beserta segala kehebohannya, cuma dikenal di Indonesia dan tidak ada di negara lain.

    Bagi perantau, ada rasa kerinduan yang kuat untuk kembali ke kampung halaman.

    Kerinduan untuk bertemu kawan sepermainan waktu kecil, kerinduan untuk bertemu dengan sanak saudara, kerinduan untuk sungkem serta meminta maaf pada orangtua.

    Dan momen itu terasa spesial serta nikmat ….. pada saat hari raya lebaran.

    Tidak heran,
    terkadang bagi perantau yang berhalangan mudik lebaran, pada saat mendengar lantunan asma Allah di malam takbiran atau menjelang sholat Ied,
    dia bisa berlinang air mata.

    1. Rasanya? hmm… tunggu saja hari H nya, ntar pasti tahu rasanya 🙂
      Pastinya kerasa beda dan gimana gitu, susah diungkapkan dengan kata-kata. tapi cobalah untuk tetap menikmatinya

  4. Utamanya bisa merayakan kemenangan bersama keluarga terkasih ya Jeng. Selamat menikmati libur lebaran di Malang Jeng Nanik.Semoga rencana mudik Idul Adha nanti bisa terlaksana dengan lancar.

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s