PengalamanKu

Hormatilah Orang yang Tidak Berpuasa

Hari ini ada dua tukang yang bekerja di rumah, membenahi lantai dapur yang lantainya retak-retak akibat timbunan tanah di bawahnya turun. Awalnya dah janjian di kerjakan abis lebaran aja, kasihan tukangnya klo harus bekerja dalam kondisi berpuasa. Tapi kemarin tukangnya nengok ke rumah dan bilang klo hari ini mau dikerjakan, mumpung senggang katanya. Saya sih seneng aja, artinya rumah bisa cepat jadi terlihat rapi lagi.

Sebelum berangkat ke kantor, saya berpesan pada si mbak di rumah, tanyain tukangnya puasa atau nggak. Kalau nggak, tolong dibuatkan kopi untuk mereka. Asumsi saya, kalau tidak puasa, mereka pasti sudah sarapan. Jadi di rumah cukup sediain minum saja. Karena saya sendiri puasa, otomatis pagi nggak masak. Rencananya siang belikan makan di warung saja.

Setengah 12, pas istirahat siang. Saya mampir ke warung nasi terlebih dahulu sebelum pulang. Beli nasi 2 bungkus. Saat itu warung agak sepi. Ada sekelompok bapak-bapak di satu meja dan dua ibu yang sedang memilih-milih menu. Setelah membayar pesanan, saya lalu pulang. Saya persilakan kedua tukang itu untuk istirahat dan makan siang.

***

Semalam, saya nonton berita di TV, lupa stasiun TV apa. Dalam berita itu ditayangkan aksi sweeping sebuah organisasi massa terhadap warung-warung nasi yang buka pada siang hari. Tampak adu mulut antara anggota ormas dengan salah satu pedagang, yang dari penampakannya usianya sudah lebih dari 60 tahun. Ada aparat polisi juga, namun hanya diam saja menyaksikan adu mulut tersebut.

Heran juga dengan ormas tersebut, kenapa meminta orang lain menghormati dirinya yang sedang berpuasa dengan cara ‘marah-marah’ kayak gitu, dengan cara memaksa. Kenapa hanya warung-warung nasi kecil yang di paksa untuk tutup, sementara gerai makan di mall tidak?ย  Sementara rumah makan dan restoran tidak di sweeping? Kenapa pula harus melarang orang makan di warung makan saat siang hari, padahal merekaย  tidak puasa?

Warung makan, adalah tempat untuk makan. Jika tak ingin tergoda, atau takut puasanya batal, ya jangan dekat-dekat dong. Ibadah puasa itu kan tidak memberatkan, ditujukan bagi orang yang beriman. Bagi yang memang sungguh-sungguh berniat puasa, walau ada orang makan di depannya pasti tak akan tergoda untuk membatalkan. Sebaliknya jika niat tidak kuat, pasti akan sembunyi-sembunyi dan mencari-cari makanan/minuman.

Orang non muslim pun pasti akan menghargai orang yang berpuasa. Di kantor saya, kalau jam istirahat siang, yang non muslim “sembunyi” di dapur, makan siang. Pintu di tutup. Kami yang muslim kadang merasa nggak enak klo mereka mengurung diri di dapur, jadi kami minta pintunya di buka aja. Jadi kami tetap bisa ngobrol walau beda ruangan. Walau mereka makan dan kami berpuasa.

***

Kebayang deh kalau semua warung nasi tutup siang hari saat bulan puasa. Kemana para non muslim cari makan siang. Sesama muslim pun, dalam satu rumah kadang ada yang tak puasa karena alasan tertentu. Jika makanan sahur tak bersisa lagi, maka alternatif termudah dan terbaik adalah beli di warung. Mau masak, ntar bau masakannya malah menggoda seisi rumah dan juga tetangga.

Marilah saling menghormati tanpa harus mencaci.

Iklan

16 thoughts on “Hormatilah Orang yang Tidak Berpuasa

  1. Lagi bedah rumah ni, Bun? ๐Ÿ™‚
    Tukangnya gak puasa?

    hehehhe, memang terkadang seperti itu Bun, yang non muslim saja menghormati tapi yang muslim dengan asiknya makan.
    Walaupun sedang tidak puasa sebaiknya makannya di rumah saja, janga di warung ya, Bun. Saling menghormati namanya. ^_*

    1. nggak sih, cuma meninggikan lagi lantai dapur yang posisinya dah menurun. Maklumlah tanah sawah di timbun, mungkin dulu bahan buat nimbun seadanya dan kurang padat, jadi setelah beberapa tahun pelan-pelan mulai menurun.

      Iya, dulu aja walau di rumah, klo pas nggak puasa, makannya juga sembunyi-sembunyi, nggak nyaman klo ketahuan warga rumah yang lain

  2. indah jika semua orang bisa saling menghormati…

    kita akan di hormati bila kita menghormati orang lain…

    benar mbak Nik, kalau niat kita kuat, kita tak akan mudah tergoda…

  3. Setuju.
    Masalah puasa atau gak, itu mah tergantung niat. Biarpun digoda dengan makanan warung, kalo emang niat puasa ya puasa aja.
    Kalo niat gak puasa, gak usah cari makanan di warung. ngendap di dapur sendiri aja bisa gak puasa.

  4. Jika mengingatkan dengan cara yang santun, tentu akan lebih diterima. Sayangnya pemaksaan yang kadang disertai kekerasan, justru menodai nama ormas itu sendiri.

  5. Saya sependapat Nara, bahwa apapun yang bernama ibadah adalah hubungan dua arah antara kita dan Sang Pencipta.
    Tidak adil rasanya kalau kita menyulitkan orang lain agar ibadah kita tanpa godaan. Padahal godaan yang sebenarnya dari puasa, menurut saya bukan hanya makan minum, tapi juga menahan hawa nafsu.
    Nafsu marah, nafsu ngotot, nafsu buat membuat orang lain merasa salah…

    Selamat menjalankan ibadah puasa juga buat Nara, seneng rasanya membayangkan suasana saling menghormati pas makan siang di kantor Nara ๐Ÿ™‚

  6. betul tuh,mbak..
    Kenapa harus menyalahkan orang yang tidak berpuasa (atau puasanya nggak jelas..).bagi mereka yang berpuasa karena laallakum tattaqun mestinya jangan “over acting” minta dihormati.

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s