SatriaKu

Aku Nggak Percaya Lagi!

Pulang kerja, mendapati dd sudah rapi, sementara babang belum mau mandi. Dimandikan si mbak nggak mau, ditawari dimandikan papanya pun tak mau. Pasti pengen dimandikan mamanya nih, pikir saya.

Usai bertukar baju rumah, saya dekati babang. Saya peluk lalu saya bilang “Mandi ama mama yuk”

“Atu ndak pelcaya lagi” jawabannya membuat saya tercengang. Pengen ketawa tapi saya tahan melihat wajahnya yang agak cemberut memandangi saya.

“Babang nggak percaya sama siapa?” Meski geli, saya coba interogasi lagi dia.

“ama mbak ju”

“Kenapa nggak percaya ama mbak ju?”

“atu ndak pelcaya ama papa”

Waduh kenapa anakku ini. Kenapa nggak percaya ama si mbak dan juga papanya. Masih heran juga saya, dari mana dia dapat kosakata itu.

Setelah di bujuk-bujuk, akhirnya babang mau juga saya mandikan. Malah mandinya lama karena asyik berendam sambil mainan gelembung sabun.

***

Malamnya, saya coba diskusikan dengan suami kasus sore tadi, tentang kalimat “atu ndak pelcaya lagi”.

Setelah diskusi panjang lebar, kami mengambil kesimpulan sementara bahwa mungkin cara pengasuhan kami yang salah. Biasanya klo babang malas mandi, si mbak membujuk babang dengan cara menjanjikan bahwa nanti klo babang dah mandi dan mama dah pulang, babang mau diajak jalan-jalan ama mama. Tapi seringnya saat saya pulang dan dia menyambut di halaman, ngajak saya jalan, saya malah mengajak dia masuk rumah. Bermain-main saja di dalam rumah.

Sering juga dia nagih ngajak naik angkot, tapi selalu saya jawab “nanti aja ya… mau kemana naik angkot…. besok aja sekalian beli susu….” Dia memang suka sekali naik angkot. Sementara saya malas bepergian kalau tak jelas tujuannya.

***

Peristiwa itu menjadi peringatan bagi saya, jangan banyak berjanji pada anak kecil. Jangan pula banyak berjanji pada siapapun, kalau memang susah atau tak ada niat untuk menepatinya. Saya juga harus mencari cara lain untuk membujuk anak-anak.

 

Iklan

25 thoughts on “Aku Nggak Percaya Lagi!

  1. Hehehehe.., menarik dan asik juga nih.. :mrgreen:

    Bener-bener.., kalau dari kecil di disuguhi janji-janji gak bisa tertepati, bahaiyanya ntar kalau ditiru pas anak itu jadi pejabat mbakyu.. 😀 wkxkxkx..

  2. Aku juga jarang menjanjikan sesuatu pada anak apabila aku yakin bahwa itu hanya janji palsu. Kecuali saya janjikan dia boleh nonton TV bila sudah minum obat, nah itu kan bisa ditepati ya, jadi tidak apa.

  3. Hehe…Babang lucu deh 😀

    Tapi bener banget ya mbak, gak boleh sembarangan berjanji…termasuk dan apalagi ke anak-anak. Kalo kita sembarangan berjanji trus gak nepatin janji kita ke mereka, maka mereka gak hanya sampe di gak percaya kita lagi tapi bakal meniru sikap kita yang kayak gitu…

  4. Pengalaman yg sama Mbak….memang seneng dan bahagia ya, kalo punya anak2 yg kritis dan cerdas..tapi repotnya mereka pasti akan mengkritik balik ucapan2 kita kepada mereka yg ternyata kita ga bisa ato belum memenuhinya.jadi..harus pinter memilih kata2 yg tepat untuk membujuk si kecil 🙂

    1. hahaha… betul. Saya kadang khilaf minum sambil berdiri, maka anak saya akan teriak protes sambil menarik-arik baju saya sambil bilang “dodok ang beneng” karena biasanya saya baru nyuapi anak-anak klo mereka dah duduk rapi 🙂

  5. intinya, sebagai orang tua, harusnya bisa memimpin dan membimbing dengan contoh ya Bu. Cmiiw
    oh ya, sekalian mau mengucapkan selamat idul fitri. mohon maaf lahir & batin. moga2 amal baik kita diterima…

  6. Jangankan Babang, Mbak…wong aku aja udah segede ini paling gak suka dijanjiin terus yang janji gak nepatin.
    Makanya aku gak berani menjanjikan sesuatu ke Athia yang aku sendiri gak tau bisa menuhin apa gak. tapi emang idealnya, supaya anak mau melakukan sesuatu jangan dijanjiin. Sama aja dengan menyuap. Katanya lho, Mbak…aku juga kadang-kadang suka mengambil jalan pintas juga alias menyuap. Hihihi

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s