SatriaKu

Kala Si Bocah Membalikkan Kalimat Orang Tuanya

Saya selalu mengajarkan pada anak2 untuk duduk saat makan atau minum. Biarpun nasi dan lauk sudah tersaji, saya belum mulai menyuapi mereka kalau mereka belum duduk. Jika mereka ingin makan sendiri, sendok belum saya kasih jika mereka belum duduk manis. Alhamdulillah, kebiasaan ini mulai melekat pada mereka. Tak ada acara makan sambil jalan-jalan atau berlarian kesana kemari.

Terkadang saya lalai juga, pulang kerja, tenggorokan kering. Sampai rumah langsung ambil gelas dan pencet dispenser. Masih dalam kondisi berdiri, saya minum air tersebut. Kalau pas dd melihat, maka ia akan segera lari ke arah saya, menarik-narik baju saya sambil teriak “duduk yang beneng!”

Ups, saya baru sadar. Saya mengajarkan hal yang benar, tapi saya memberikan contoh yang tidak benar. Diiring senyum dan rasa bangga, anakku sudah pintar mengingatkan orang tuanya

***

Masih berhubungan dengan soal makanan. Saya mengajarkan untuk memberikan dan menerima sesuatu dengan tangan kanan. Saya pun mengajarkan untuk makanΒ  minum dengan tangan kanan. Lha, untuk masalah ini, saya juga sering kena batunya.

Saya punya kebiasaan makan dengan kerupuk. Nah, kalau makan pasti kerupuk dipegang ditangan kiri. Otomatis menyuapkan kerupuk ke mulut juga pakai tangan kiri. Klo makan sama anak-anak, pasti deh akan langsung kena protes “Makan itu pake tangan kanan, Ma. Kiri itu buat cawik” πŸ™‚

***

Soal ketiga, masih juga berhubungan dengan makan. Saya membiasakan anak2 untuk makan masakan rumah. Nggak usah jajan. Biskuit dan kue pun jarang saya belikan. Paling Sari Roti tawar atau wafer tango. Nah, kalau pas ajak mereka ke supermarket, saya sering kena teriakan mereka.

Saya kan kadang2 juga pengen ngemil biskuit (terutama yang serba ada coklatnya). Saat mendorong keranjang belanjaan ke arah rak yang memajang aneka biskuit, mereka sudah protes. Protes makin ramai kala saya mulai pegang-pegang dan milih camilan. “Itu tidak bagus…. itu bikin akit gigi… itu bikin akit peyut……..” Sering sampai dilihatin para pembeli yang lain.

Jadi batal deh acara beli camilan. Padahal kan kalau beli mereka juga bakal diberi. Tapi demi prinsip mengajarkan hidup sehat, ditahan dulu deh keinginan mamanya beli coklat.

***

Kita bisa menjadi teladan bagi siapapun, terutama anak-anak kita, jika kata dan perbuatan kita sama. Tidak lain yang dikatakan, lain pula yang diperbuat. Jika demikian, maka kepercayaan orang pada kita pasti akan luncur.

Menjaga kata dan perbuatan tetap satu itu memang susah dan butuh komitmen terus menerus. Harus ada orang yang selalu mengingatkan jika perbuatan kita sudah mulai melenceng dari apa yang kita katakan.

Berbahagialah saya, dan juga anda, jika masih ada orang2 yang selalu menegur dan mengingatkan kita. Itu artinya mereka sayang pada kita, mereka tak ingin melihat kita terjerumus dijalan yang salah.

Iklan

13 thoughts on “Kala Si Bocah Membalikkan Kalimat Orang Tuanya

  1. Belajar dan di tegur sama anak sendiri memang paling afdol…

    Punya cerita sedikit, tentang Bapaknya anak2 Ramadhan kemarin sholat tarawihnya gak bolong blas, karena teguran si kecil begini : ayooo Pak traweh, di dawuhi Pak Kyai lho Pak..ketika Bapaknya masih leyeh2 di depan TV…padahal adzan Isya sudah berkumandang….. langsung deng berangkat ke mesjid !

  2. Bu Nanik benar!Terkadang apa yang kita ajarkan bertentangan dengan apa yang kita lakukan. Kemarin saya bikin kue bolu pandan. Kurang hijau dengan daun suji, saya tambahkan pewarna. Anak – anak protes;” katanya kami ga boleh makan makanan dan minum minuman yang berpengawet dan berpewarna…tuh, ibu bikin kue aja pake pewarna. Nanti kami ga mau ah makan kuenya klu udah masak!”. Saya jadi menyesal. Tapi ga mungkin dong kuenya saya buang….jadi saya beralasan ini dikit kok ditambahkan.

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s