PengalamanKu

Membungkam Wartawan

Menurut pemahaman saya, wartawan itu orang yang bertugas mewartakan. Orang yang mengabarkan informasi sehingga semakin banyak orang yang tahu ada kejadian apa di suatu tempat. Dulu, saya sering mendengar guarauan “berita buruk itu adalah berita baik bagi wartawan”. Peristiwa tidak menyenangkan yang menimpa seseorang, instansi, daerah bahkan negara, diolah sedemikian rupa oleh wartawan sehingga menjadi sesuatu yang menarik minat banyak orang. Menaikkan rating media, dan bisa jadi pula menaikkan pendapatan sang wartawan.

Kok, tumben sih nulis tentang profesi seseorang?

Pengen menumpahkan uneg-uneg saja. Uneg-uneg saya setelah mendengar kisah dari seorang pemimpin lembaga pendidikan yang sedang pusing ketika harus berurusan dengan wartawan.

“Dalam 3 hari ini, saya sudah habis 5 juta untuk ‘nyangoni’ para wartawan dan utusan LSM”

Curhat seorang rekan itu membuat saya kaget. Nyangoni gimana maksudnya. Bukannya wartawan itu sudah dapat gaji? Bukannya media sering memperingatkan masyarakat untuk tidak memberikan apa pun pada wartawannya (kecuali informasi, tentunya). Trus LSM juga minta-minta uang?

“Omong kosong saja media melarang masyarakat kasih sesuatu buat wartawannya. Buktinya para wartawan itu yang minta, sekian ratus ribu agar beritanya tidak ditayangkan. Bukan hanya media lokal, bahkan media nasional pun begitu. Terus LSM, minta uang juga, jaminan bahwa tak akan membesar-besarkan masalah bahkan memperkarakan”

Jadi penasaran deh, ada peristiwa apa sih di sekolah yang dipimpin teman saya itu?

“Pokoknya ada sesuatu yang tidak baik terjadi diantara murid dan guru. LSM mengaitkan dengan masalah perlindungan anak, media mulai mencari2 celah kesalahan sistem pendidikan yang diterapkan di sekolah”

Penasaran juga, berapa rupiah yang dikasihkan ke para wartawan itu?

“Ya, rata-rata 250 ribu”

Waks, besar juga ya. Klo dalam sehari aja para wartawan itu dengar 4 kabar tidak bagus, lalu ke lokasi dan minta uang tutup mulut, dalam sehari udah bisa dapat 1 juta.

***

Ini hanya kisah dari teman saya. Kebetulan, saya juga punya sodara yang bekerja di media lokal di luar jawa. Lalu saya tanyakan aja ke dia, apa memang benar ada kasus seperti ini juga di media tempatnya bekerja.

Sodara saya malah ketawa-ketawa, baru kemudian menjawab

“Klo nggak gitu mana mungkin aku bisa jalan2 dan berkunjung sampai ke malang. Gaji kami ini kecil, cara lain mendapatkan uang ya memang seperti itu. Kebanyakan orang itu kan takut klo aibnya tersebar kemana-mana. Klo mau tersimpan rapi, ya kasih uang ke kami. rahasia dijamin aman”

***

Tentunya masih ada wartawan yang baik. Yang mewartakan apa yang benar-benar terjadi, tanpa dikurangi dan ditambahi

 

Iklan

8 thoughts on “Membungkam Wartawan

  1. saya juga baru tau di lapangan seperti ini Bu…
    kan kalo di tv ato di koran sering ada semacam pengumuman kalo kru dari media ini atau itu tidak menerima ‘sumbangan’ berupa apa pun.

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s