PengalamanKu

Enak Ya… Makan Sama-sama

Kalau makan bersama, pasti makannya jadi lahap karena takut dihabiskan ama yang lain. Tak jarang, bisa jadi bertengkar karena rebutan makanan. Walau begitu, babang dan dd selalu bilang “enak ya makan sama-sama”

IMG00220-20120611-1646   IMG00315-20120727-1907

***

Dulu, aku tak tahu bagaimana enaknya makan bersama, karena memang bukan kebiasaan keluargaku. Selesai ibu masak, sebagian makanan (biasanya yang terbaik) disisihkan untuk bapak. Barulah sisanya dimakan oleh kami, ibu dan anak-anaknya. Itu pun waktunya tidak bersamaan. Kami biasanya makan kalau bapak sudah selesai makan. Ibuku mengajarkan, bapak yang cari nafkah, jadi apa-apa harus diutamakan. Tak boleh ada yang mendekat kalau bapak sedang makan, karena biasanya bapak tak suka kalau sedang makan ada orang yang dekat-dekat meja makannya.

Kalaupun terpaksa kami harus makan di waktunya bersamaan, tempatnya berbeda-beda, ada yang di dapur, diruang tengah, di depan rumah. Semuanya makan dalam diam, asyik dengan isi piringnya masing-masing.

Pertama merasakan nikmatnya makan bersama adalah dengan keluarga ibu kos. Waktu itu sedang hajatan dirumahnya, kami anak-anak kos diajak makan bersama. Makannya dalam satu tempah (apa ya bahasa indonesianya??), dimakan keroyokan rame-rame. Sambil ngobrol macam-macam, nggak kerasa makanan yang banyak habis juga.

Makan bersama itu ternyata memang enak

Iklan

24 thoughts on “Enak Ya… Makan Sama-sama

      1. Hehehe,… dulu saya juga gtu mbak, pngen kurus, skrg kurus bnran, dibwah rata2 mlahan,.. jadi pngen gemuk lgi. Tp ya sutralah, di syukuri aja apa yg ada, ya kan mbak 😀

  1. makan bersama memang menyenangkan mbak kalau memang sdh dibiasakan sejak awal mula spt saya dan keluarga di sini, walau dulu waktu ortu msh ada nggak biasa makan bersama

  2. kami dulu di rumah ortu selalu makan bersama di meja makan, ditunggu sampai lengkap baru dimulai sendokan pertama dan nggak boleh diganggu terima telpon, karena ini saat yg pas buat saling cerita

    sekarang di rumah srndiri, anak2 biar udah remaja masih suka ngerubutin piring papa minta suapin atau makan sepiring bertiga, atau berempat

    1. wah bagus sekali ya acara makan barengnya, mengajarkan anggota keluarga untuk tertib dan disiplin juga, waktunya jam makan harus segera kumpul biar anggota keluarga yang lain nggak kelamaan nunggu

  3. setuju mbak… makan bersama memang nikmat… itu kebiasaan dalam keluarga kami sejak kami kecil2… mbah putri, bapak, ibu dan kami berlima mengitari meja makan… menikmati masakan simbah / ibu sambil menikmati obrolan ringan.. ah, kenangan indah yg sekarang sulit diulang krn kami tersebar di beberapa kota 🙂

  4. Iya mbak, makan bersama itu sensasi makannya memang beda…ada unsur takut kehabisan sehingga kita akan makan dengan lahap dan cepat, atau bahkan karena dimakan bareng-bareng, semua makanan jadi lebih enak…
    Apa kabar, mbak?
    😀

    1. iya, ga kebayang deh repotnya mbujuk anak buat makan. kadang klo dengar cerita teman yang anaknya susah makan, sering berpikir “apakah aku bisa sabar klo ngadepin anak yang klo makan nggak segera dikunyah, di kulum aja berlama-lama”

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s