BacaanKu

Berawal dari Eragon, Berakhir di Inheritance (3)

Sampailah bahasan kita pada buku keempat. Buku yang terbit di tahun 2011 dinegara asalnya sana, edisi terjemahan bahasan indonesianya terbit 2012. Saya sendiri baru menyelesaikan membacanya tadi malam. Buku ini adalah buku yang paling tebal diantara tiga buku yang telah mendahuluinya. Jumlah halamannya ada 900 sekian

inheritance

Gambar covernya tetap sama, yaitu kepala naga. Warna sampulnya saja yang berbeda.

Jadi, isinya inheritance apa?

Isinya masih tentang perjuangan kaum varden yang dipimpin oleh nasuada yang mulai bergerak merebut kota-kota yang berada di bawah kekuasaan galbatorix. Satu persatu kota dikuasai, dengan perjuangan berat tentunya. Banyak pejuang yang gugur maupun terluka. Pasukan terus bergerak mengarah ke ibukota yaitu Uruba’en.

Suatu malam, perkemahan kaum varden diserang oleh pasukan kerajaan yang dipimpin oleh murtagh dan thorn. Mereka berhasil menculik Nasuada! Peristiwa ini tentu saja membuat eragon dan pemimpin pasukan yang lain cemas, mereka takut dengan ketiadaan nasuada di tengah-tengah pasukan, akan melemahkan semangat para pejuang.

Eragon pun masih belum menemukan cara untuk mengalahkan galbatorix, padahal pergerakan pasukan makin mendekati ibu kota. Lalu dia teringat sebuah ramalan kuno, yang menyatakan bahwa jika suatu saat dia merasa lemah tak berdaya, dia harus menuju karang kuthian untuk menemukan ruang jiwa-jiwa. Tapi dimanakah karang kuthian itu?

Bersama saphira dan eldunari glaedr, eragon bertekad untuk mencari dan menemukan karang kuthian. Berangkatlah mereka menuju Vroengard. Perjalanan yang tidak mudah karena saphira harus terbang diatas lautan dan menantang badai. Namun akhirnya mereka tiba juga disana.

Pencariang karang kuthian dan ruang jiwa-jiwa pun tak mudah. Mereka butuh waktu berhari-hari, karena pintu menuju ruang jiwa-jiwa hanya dapat dibuka jika eragon mengetahui nama sejatinya. Berhari-hari dia merenung, bertanya-tanya tentang siapa dirinya sebenarnya. Saat hampir putus asa, barulah dia menemukan nama sejatinya.

Ruang jiwa-jiwa ternyata berisi ratusan eldunari dan telur naga! mereka disembunyikan jauh dibawah tanah dan dilindungi dengan mantra-mantra gar galbatorix tidak dapat menemukannya. tentu saja saphira sangat senang karena ternyata generasinya belum benar-benar punah, dia bukan naga terakhir.

Dari vroengard, mereka langsung menuju Uruba’en untuk bergabung dengan pasukan varden. Sementara itu dikerajaan, Nasuada mengalami banyak siksaan dan dipaksa untuk menyatakan sumpah setia pada galbatorix.

Pertempuran pun akhirnya pecah. Dengan cara yang tak mudah, galbatorix berhasil dibunuh. Namun setelah itu serasa ada yang hilang dalam diri eragon, karena merasa tak punya lagi tujuan hidup. Tujuannya selama ini adalah mengalahkan galbatorix, dan kini setelah berhasil, apa yang harus dia lakukan?

Pada akhirnya, eragon memang punya tugas lain, yaitu mencari tempat bagi telur-telur naga untuk menetas. Setelah itu, dia dan saphira harus membimbing dan membesarkan bayi-bayi naga itu.

***

Yah, selesailah sudah, buku yang ditulis dari 2003 dan berakhir di 2011. Untungnya si penulis, christopher paolini, diawal bukunya memberikan rangkuman kisah-kisah dibuku sebelumnya, jadi bagi yang sudah agak-agak lupa hingga benar-benar lupa, serasa diingatkan kembali.

Iklan

10 thoughts on “Berawal dari Eragon, Berakhir di Inheritance (3)

  1. Saya juga ikutan tamat deh bacanya…
    Ternyata telur-telur naga itu menjadi awal dan akhir cerita. Hebat deh mbak, mbak bisa nulis nama-nama tokohnya dengan tepat, susah banget buat saya mengingat nama mereka…duh, pertanda apa ini ya?
    😦

    Apapun, trima kasih sudah dibagi resensi buku, kapan-kapan kalo ke toko buku dan lihat novel ini, saya pasti inget mbak Nanik 😀

  2. Terima kasih Jeng Nanik berbagi isi buku, terasa sekali Jeng Nanik menikmati padahal duh lebih dari 900 halaman …
    Kunci kemenangan di …. (ruang jiwa dan nama sejati)
    Salam

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s