NaylaKu

Pengingat

Sabtu, 2 Februari kemarin, saya dan anak-anak mengunjungi Islamic book fair di Malang. Tidak cuma buku-buku yang dipamerkan, ada juga stand pakaian, obat-obatan herbal dan juga cd pembelajaran. Pas lewat deretan stand busana muslim, saya lihat kerudung buat anak yang lucu-lucu. Warna, model maupun gambar-gambarnya. Jadi pengen belikan kerudung buat dd.

Si dd pun rupanya tahu kalau mamanya ini sedang mengamati kerudung, dan terjadilah dialog antara kami

“Ma, itu keludung”

“Iya, kerudungnya bagus-bagus ya”

Si dd mengangguk. Kayaknya dia tertarik juga nih. Jadilah, godaan untuk beli kerudung itu makin besar.

“Dd mau kerudung?” saya pun menawarkan padanya untuk memilih salah satu kerudung yang dia suka.

Spontan dia menjawab “Lho, dd kan masih punya”

***

Alhamdulillah, saya kembali diingatkan untuk tidak konsumtif oleh si kecil. Ini adalah hasil pembiasaan, bahwa kami tak boleh membeli sesuatu kalau tidak dibutuhkan. Ingat jaman saya kecil dulu, sepatu cukup sepasang saja. Kalau belum rusak maka tak usah beli yang baru. Sudah rusak pun, kalau masih bisa diperbaiki, lebih baik diperbaiki. Begitupun untuk barang-barang yang lain. Dan kini, saya mencoba menerapkan hal yang sama untuk anak-anak saya.

Bukannya saya pelit, tapi untuk membiasakan mereka agar menghargai dan merawat barang-barang yang mereka miliki. Bahwa barang-barang itu dibeli dengan uang. uang tidak mudah untuk didapatkan, perlu ada usaha dan kerja keras.

Godaan? Pasti ada dong. Lihat iklan, browsing di web tentang mainan dan pakaian anak-anak, langsung tergoda. Rasanya ingin langsung beli dan kebayang betapa senangnya anak-anak kalau dapat mainan/pakaian baru.

Tapi alhamdulillah masih bisa menahan diri untuk tidak langsung membeli, terutama kalau ingat peristiwa beberapa waktu yang lalu. Ceritanya, saya lagi tugas ke Jakarta, dan pas ada waktu luang jalan-jalanlah saya ke salah satu pusat perbelanjaan. Lihat pakaian dan mainan, langsung tergoda dan membeli. Buat oleh-oleh anak-anak, pikir saya

Sampai di rumah, seperti biasa, anak-anak langsung bongkar tas. Segera saja mereka menemukan oleh-oleh untuk mereka. Dipegang, diamati sambil tanya ini itu tentang mainan yang dipegangnya. Mainan, tentu saja mereka suka karena memang saya jarang belikan mainan buat mereka. Pakaian, nah ini yang sempat bikin saya agak “kecewa”. Mereka nggak mau pakai dengan alasan bajunya masih banyak, pakainya ntar aja klo baju yang dilemari udah nggak muat di badan mereka.

Saat itu saya kembali tersadar, bahwa saya sendirilah yang merusak disiplin yang sudah dilatihkan pada anak-anak sejak dini. Ternyata saya yang tergoda untuk melanggarnya.

***

Seperti juga kemarin, anak-anak yang kembali mengingatkan saya yang mulai tergoda. Jadi malu sendiri pada mereka, mereka saja bisa menahan diri, kenapa saya tidak?

Iklan

13 thoughts on “Pengingat

  1. Sama dulu sewaktu saya masih kecil kedua ortu saya mengajarkan saya kalau menginginkan sesuatu harus sabar, beli kalau yang benar2 yg diperlukan aja, dan sekarang saya juga mencoba mengajarkan hal serupa kepada dua putri saya..btw salam kenal ya. Diblog saya ada GA, kalau berkenan ikut ya 😉

  2. wah si dd pinter mbak…:)
    kinan juga sering gitu mbak kalo saya tanya atau saya tawari..lho kan udah punya…*emaknya aja yang terlalu kepingin bukan anaknya….
    hmm kadang yah nggak jadi dibeliin tapi kadang tergoda..jadinya bertumpuk dirumah untuk beberapa item barang kinan..

  3. Iya mbak, membeli barang itu memang seringnya karena keinginan bukan kebutuhan, jadilah berbagai macam barang menumpuk di segala penjuru rumah…
    Hebat deh DD, kecil-kecil sudah bisa menjadi pengingat sang bunda 🙂

    1. hehehe bener banget.
      Biasanya saya datang di awal sama hari terakhir. Datang pertama masih lihat-lihat dan pilih-pilih mana yang mau di beli. Datang kedua, pasti borong 🙂

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s