SatriaKu

Babang Menanam, Babang Memetik Hasilnya

Sekitar sebulan yang lalu, Mbak Ju, ART saya membawa bibit tanaman tomat, cabe dan kemangi ke rumah. Dia lalu mengajak babang untuk menanam bibit itu di dalam beberapa pot yang memang tak ada lagi tanamannya, karena sawi yang dulu menempati pot-pot itu sudah habis dipanen. Babang pun dengan antusias lalu mengambil cetok dan mulai belajar bercocok tanam.

IMG01004-20130111-0745

Setiap sore, babang pasti ribut ngajak saya untuk menyirami tanamannya dalam pot tersebut. Disiram air dari selang sampai air di pot luber keluar. Menurut saya sih, itu hanya alasan dia aja supaya bisa mainan air. Lha air di pot udah luber dia gantian arahkan selang ke saya atau dd nya, lantas ketawa-ketawa riang kala kami berdua melompat-lompat menghindar sambil teriak-teriak ke babang agar mematikan kran.

Tanaman2 itu terus tumbuh. Kadang-kadang, babang bawa belalang dari taman, lalu ditaruhnya di pohon tomat. Katanya, kasian belalangnya nggak punya rumah kalau ditaman. Jadi, biar tinggal di pohon tomat aja.

Tak terasa, pohon tomat dah mulai berbuah. Buahnya pun lumayan lebat. Walau buahnya kecil2, karena kata mbak Ju, itu adalah tomat ceri, tapi sudah cukup membuat babang senang. Saat sudah ada yang merah, maka dia petik tomat itu, lalau diberikan pada saya. “Ini, ma. Nanti mama bikin sambel ya”

IMG01449-20130303-1423

Si dd pun tak ketinggalan bersemangatnya. Yang masih hijau pun dia pegang-pegang sambil liatin saya. Klo saya lengah, pasti langsung dipetiknya.

IMG01450-20130303-1423

Kegiatan bercocok tanam ini, secara tak langsung mengajarkan pada anak-anak untuk bersabar. Sabar menunggu pohonnya tumbuh besar, sabar dan rajin menyiram tiap hari, sabar nunggu buahnya matang baru boleh memetik.

Iklan

17 thoughts on “Babang Menanam, Babang Memetik Hasilnya

  1. Aiih..keren deh Babang sudah bisa nanam, melihat prosesnya lalu memetik. Yg hebat emaknya juga ya..melibatkan anaknya dalam kegiatan penuh edukasi seperti ini 🙂

  2. Wow .. salut mbak, kalau anak sdh dikenalkan sejak dini menanam 🙂
    lihat fotonya jadi inget halaman rumahku aps musim panas dipenuhi tanaman tomat

  3. waah..tomatnya Babang banyaak…. budhe boleh nempil nggak, sayang? hehe…
    pelajaran yg bagus, mbak Nanik…
    oya…seneng ih, nemu ungu2 di sini.. hehe… *mataungunen*

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s