NaylaKu · SatriaKu

Pekerjaan Rumah

Sabtu dan minggu, seperti biasanya, hanya ada saya, babang dan dd di rumah. Otomatis pekerjaan di rumah harus saya handle sendiri. Kadang-kadang anak-anak ingin ikutan membantu. Awalnya dulu saya larang, mereka bukannya membantu, malah bakal bikin lama. Sampai akhirnya muncul kesadaran dalam diri saya, bahwa saya tak boleh terlalu banyak melarang, karena itu akan mematikan kreatifitas mereka. Akhirnya, saya biarkan saja kalau mereka mau membantu. Saya iya kan kalau mereka bertanya untuk menawarkan bantuan.

Babang paling suka kegiatan yang berhubungan dengan air. Jadi mencuci, ngepel dan menyiram tanaman adalah pekerjaan favoritnya. Suka sekali menirukan ucapan Mbak Ju, ART saya, saat sedang mengepel lantai

“Mama di kamang aja ya, sangan kesini. Lantenya itu masih licin, nanti mama kepeset”

Jadilah saya diam di kamar mengamati dia ngelap lantai sana sini, celup lap ke dalam ember, lalu mulai ngelap lagi.

“Sudah keling, Ma. Ayok keluang” Baru deh saya keluar kalau sudah ada instruksi dari babang.

IMG00972-20121231-1541

Kalau dd paling suka dengan mengaduk-aduk isi lemari pakaian maupun tumpukan pakaian yang belum diseterika. Minta digelarkan kain, lalu pura-pura menyetrika pakaian menggunakan raket mainannya.

“dd setika, mama yang lipat ya” katanya sambil menyodorkan pakaian yang sudah digosoknya.

IMG01073-20130120-1546

Pertamanya sih, ada banyak teriakan terhadap pekerjaan mereka.Air memercik kesana kemari. Kain pel basah di lempar-lempar. Itu kan bukan bola, Nak! Pintu masuk kamar mandi jadi becek, keset yang barusan diganti jadi basah kuyup. Musim hujan kan susah keringnya!

Tumpukan pakaian sudah rapi di lemari, diaduk-aduk lagi. Diambil satu-satu lalu digeletakkan begitu saja dilantai, berserakan dimana-mana. Hiyaaaaaa…. baru juga mama selesai merapikan, udah dibikin kacau lagi.

Lalu tersadar dan akhirnya malu sendiri, kenapa mesti marah, mereka kan masih anak-anak, yang harus banyak dibimbing. Yang harus sering diingatkan, diulang-ulang diberi petunjuk. Mereka kan emang masih masanya bermain, jadi segala hal pun pasti akan dijadikan mainan oleh mereka.

Jadilah, dengan berusaha menyabarkan hati, menghela nafas setiap kali emosi mau naik, sambil menggumamkan kalimat “ingat, mereka masih anak-anak, harus dibimbing”.

Alhamdulillah sekarang mulai ada perkembangan lebih baik. Babang nggak mainan air lagi kalau lagi bantuin ngepel. Sudah lebih rapi dan tidak banyak percikan air dimana-mana. Dd mulai suka menata baju-bajunya sendiri di lemari, bahkan suka mengingatkan babang klo abangnya sembarangan aja ngaduk-aduk tumpukan baju.

Selama tidak membahayakan, sedapat mungkin kini saya melibatkan anak-anak dalam mengerjakan pekerjaan rumah. Biar mereka belajar sedari dini, dan dapat lebih menghargai hasil pekerjaan sendiri maupun orang lain.

Iklan

18 thoughts on “Pekerjaan Rumah

  1. setuju sekali mbak…saya juga sedikit banya melibatkan kinan untuk beberes rumah walaupun istilahnya malah bikin lama atau berantakan lagi yo wis biarkan mereka berkembang dan beraktifitas seperti yang mereka ingin lakukan..saya sempat kaget sama ayahnya pas suatu malam prosesi sebelum tidur pasti kan bersih bersih kamar dulu biar enak bersih gitu sebelom tidur dari buku buku…seprei harus rapi..terus tiba tiba kinan ikut bantu bantu sama sapu lidi penebah itu sambil bersholawat…shalatulah salamullah…sambil bersih bersih gitu…oo rupanya disekolahnya dia kalo rapi rapi bunda disekolahnya ngajarin seperti itu…masyaallah saya kaget juga…nieh anak ternyata sudah bisa bershalawat nabi…

  2. Salut mbak, anak anaknya sdh dilibatkan dlm pekerjaan rumah sehari hari, kalau sdh gede khan jd nggak gampang ya mengajarinya šŸ™‚

  3. Satria dan Nayla kompakan bekerja sama merampungkan pekerjaan rumah, bagus sekali konsep bekerja dan bermain sama menyenangkannya. Selamat berlibur Jeng.

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s