SatriaKu

(Nggak) Enaknya Punya Anak Doyan Makan

Cukup banyak membaca artikel yang membahas tentang bagaimana trik menghadapi anak yang susah makan. Membuat variasi penyajian yang menarik, ngajak makan sambil jalan-jalan, sambil ngobrol, sambil nonton film kesukaan. Tapi nggak pernah nemu artikel yang membahas gimana ngadepin anak yang doyan makan. Mungkin karena ini bukan masalah besar? Atau ini dianggap bukan sebuah masalah, malah anugerah?

Mari kita simak dulu dialog saya dan babang, yang sering terjadi, biasanya lewat jam 8 malam.

“Ma, aku mau makan”

“Eh, babang sudah lapar lagi, kan tadi barusan makan ama mama”

“Iya, aku lapang”

“Waduh, Nasinya udah habis nak. Sayurnya juga”

“eemmm… coba aku tengokkan dulu di dapung”

Lalu dia minta di gendong. Lihat isi magic jar dan juga lemari makan. Setelah dilihatnya memang sudah kosong, baru deh dia minta diturunkan.

“Ini kan sudah malam, babang bobok dulu aja ya, besok pagi bangun terus makan deh”

Babang diam saja

“Kita tunggukan campung aja ya (kadang-kadang ada tukang tahu campur lewat depan rumah), nanti kalau lewat, mama belikan buat babang”

Babang masih diam saja, kembali asyik main lego atau lihat TV.

Saya kira, dia sudah lupa akan hasratnya untuk makan. sampai tiba-tiba ….

“eemmm… bagaimana kalo masak mi saja. Mama masak mi buat babang” seolah dapat ide makanan yang lebih enak.

Jika sedang ada persediaan mie, jadilah saya masakkan mie instan buat babang. Sadar sih kalau ini bukan asupan yang baik, tapi gimana lagi. Jika tak ada persediaan mie, maka babang akan minta ditunjukkan ke wadah biasanya saya nyimpan persediaan mie, untuk memastikan bahwa tak ada mie di rumah. Jika mie tak ada, muncul lagi deh idenya

“Bagemana kalo kita ke toko malveng, beli mi dulu”

“Ini udah malam nak, toko marvel udah tutup. Babang makan biskuit aja ya…”

Lalu dia pun buka kulkas, mencari cari wafer tango kesukaannya dan mulai ngemil

***

Itu kisah yang berakhir baik. Kadang juga ditutup dengan tangisan babang yang ngotot pengen makan nasi. Lihat babang nangis, dd jadi nyalahin saya. “Itu babangku, mama tu sangan malahkan babang” Dikiranya babang nangis gara-gara saya marahi. Jadilah mamanya ini keluar rumah, beli nasi dan lalapan buat babang. Tentu saja di dahului dengan membujuk babang supaya diam, nggak mungkin kan saya bawa anak2 keluar dalam kondisi nangis šŸ™‚

Saya bersyukur anak-anak nggak susah makan, tapi kadang jengkel juga kalau dirumah udah nggak ada makanan dan anak-anak masih aja ngotot minta makan. Maunya saya, diatas jam 8 itu udah jangan makan besar, biar nggak terlalu gendut. Tapi yah, namanya juga anak-anak. Nggak bisa disuruh nahan lapar. Jadi tetap disyukuri saja.

Kadang, abis mandi, belum juga genap pakai baju langsung ke dapur ngambil ayam goreng šŸ™‚

babang mandi

IMG00908-20121222-0818

 

 

Iklan

20 thoughts on “(Nggak) Enaknya Punya Anak Doyan Makan

    1. agar-agar mereka nggak begitu suka, malah sering dibuat maninan daripada di makan. Kalau buah, maunya pisang ambon aja. Klo lapar sekali makan bisa habis tiga šŸ™‚

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s