NaylaKu · SatriaKu

Bermain Sambil Bekerja

Bermain sambil bekerja, artinya porsi mainnya lebih banyak dibanding kerjanya, dan ini menurut saya paling cocok buat anak-anak. Dunia anak itu kan dunia bermain, tapi tak ada salahnya juga sambil bermain, mereka di kenalkan dengan pekerjaan sehari-hari.

Anak-anak, pasti suka bermain dengan air. Survey saya dengan sampel anak-anak teman sekantor membuktikan 🙂 Rata-rata anak-anak mereka suka sekali bermain dengan air, entah berendam, semprot-semprotan, saling menyiram bahkan juga berenang. Nah, anak-anak saya pun demikian.

Anak-anak saya senang sekali bermain dengan air, kalau mandi berendamnya lama, mainannya diajak pula mandi, lalu mulailah mereka berimajinasi, mainannya diajak bercakap-cakap.

Di depan rumah ada kran, disambung juga dengan selang, karena biasanya digunakan untuk menyiram tanaman. Babang dan dd senang sekali menghidupkan kran ini, semprot sana semprot sini, sampai sering basah kuyup badannya. Awalnya saya biarkan saja, yang penting mereka seneng. Tapi klo dalam sehari, berulang kali mainan air, tumpukan cucian kan jadi makin banyak. Maka, mulailah saya larang main air. Tapi makin dilarang, mereka kok malah makin “penasaran”. Saya tinggal sholat, tadinya asyik main di ruang tengah, langsung lari ke halaman hidupkan kran. Saya tinggal mandi, tadinya asyik makan berdua sambil nonton tv, langsung deh makanan di tinggalin, lari ke halaman ngidupin kran.

Lalu, saya mulai berpikir gimana supaya mereka tetap bisa senang main air, tapi saya nggak perlu capek teriak-teriak nyuruh mereka matikan kran, mereka pun tak perlu sembunyi-sembunyi kalau pengen main air.

Maka, saya alihkan obyeknya, bukan lagi badan, melainkan benda lain. Awalnya tanaman, lalu sandal, lanjut sepeda, bahkan motor pun dijadikan sasaran semprotan air. Babang yang siram, dd yang bersihkan pakai lap.

IMG01500-20130322-1657

IMG01504-20130322-1659

Dengan di beri kepercayaan seperti itu, anak-anak jadi lebih hati-hati. Sudah ada obyek yang jelas untuk disiram. Tak ada lagi saling siram, baju dan celana tak basah meski habis main air. Tak ada lagi acara sembunyi-sembunyi, malah mereka minta ijin dulu. “Ma, ini babang cuci ya…” Saya tinggal duduk aja mengamati dan mengarahkan. Tak ada lagi teriakan dan larangan.

Jadi orang tua itu memang harus banyak akal, menyiasati apa keinginan anak dan menyelaraskannya dengan keinginan diri kita. Biar semuanya senang dan merasa nyaman, tak ada keterpaksaan, tak ada omelan.

Iklan

10 thoughts on “Bermain Sambil Bekerja

      1. siip…menurut hasil penelitian ahli dari Kandang Bubrah ternyata anak anak yang suka main kotor kotor (kecehan) memiliki daya tahan lebih baik dari anak yang hanya bermain di rumah..
        maksude tahan diseneni dan diomeli…hahaha

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s