WisataKu

Kereta Api, Dulu dan Kini

Dulu, jaman abis lulus kuliah dan magang di Jakarta, 2001, aku paling senang kalau ke Jakarta naik kereta api. Kereta api ekonomi Progo, kadang-kadang juga Senja Utama Jogja. Yang paling aku suka kalau naik kereta api adalah jajanannya :). Walau kadang mengartikan bunyi kereta api sebagai “ojo jajan… ojo jajan…” tapi tetap aja jajanan itu adalah yang paling menarik. Yang paling nggak aku suka adalah banyaknya pengamen. Lagi asyik, melamun, baca, bahkan kadang2 tertidur, eh ada yang colak colek. Ternyata pengamen.

Nah, kemarin 18-20 saya dapat tugas ke Jakarta, masih berkaitan dengan urusan kurikulum 2013. Padahal April udah mau habis, tapi dokumen buat kurikulum masih belum beres juga. Jadi pesimis bakal bisa benar-benar diterapkan tahun ini. Tapi sudahlah, ini urusan pengambil kebijakan, saya sih pelaksana saja. Tulisan ini juga bukan untuk membahas kurikulum.

Pulangnya, kok pengen banget naik kereta api. Kebetulan rombongan dari Malang yang jumlahnya ada 7 juga sepakat pengen naik kereta. Jadilah kami beli tiket kereta api.

Jumat malam, saya telpon ke 021-121. Ini layanan untuk pemesanan tiket. Nyambung ke operator dulu, setelah itu tekan tombol 1, maka terhubung deh ke petugas customer service. Pas bilang mau pesan tiket buat besok, langsung di tanya “Sudah disiapkan identitas semua calon penumpang”. Jadilah masih sambil telpon saya kasih kode ama teman2 buat keluarin KTP masing-masing. Semua siap baru deh saya bacakan nama dan no ktp kami satu persatu. Si mas CS nya mengkonfirmasi dengan mengeja nama kami, satu huruf demi satu huruf. Ribet banget dan jadi lama telponnya.

Empat orang sudah saya bacakan nama dan no ktp nya. Lalu di proses, saya dikasih kode pemesanan dan kode pembayaran, digunakan klo nanti transfer via ATM. Lalu dilanjut saya bacakan tiga calon penumpang lainnya. Di konfirmasi satu-satu, lalu di proses hingga saya memperoleh kode pemesanan dan kode pembayaran. Kenapa nggak 7 aja sekalian langsung? Rupanya di sistemnya PT KAI, sekali pesan hanya bisa untuk maksimal 4 orang. Untuk satu kali pemesanan, kena biaya administrasi 7500.

Setelah itu, saya melakukan pembayaran lewat ATM. Untungnya di depan hotel tempat kami nginap ada ATM, jadi nggak perlu repot kemana-mana. Soalnya batas waktu pembayarannya jam 01.00 dini hari.

Sabtu siang, kami menuju stasiun gambir. Nukar struk ATM dengan tiket KA. Pas mau masuk ruang tunggu, kami harus nunjukkan tiket dan juga ktp.

Kondisi dalam ruang tunggu, bersih. Toilet juga bersih dan gratis. Ada ruang untuk ibu menyusui. Beda banget dengan jaman dulu. Toilet kotor dan mesti bayar 100o rupiah. Ruang tunggu rame, karena pengantar juga bisa masuk ke ruang tunggu, cukup bayar peron aja. kalau sekarang pengantar udah nggak boleh masuk lagi.

Tepat jam 18.20 kereta Gajayana berangkat menuju Malang. Tak lama naik kereta, mata udah ngantuk dan akhirnya tertidur.

Bangun udah jam 03.15 dini hari. Nanya ama petugas udah sampe mana. Katanya dah sampai Nganjuk. Setelah itu nggak tidur lagi. Satu persatu stasiun dilewati, Kertosono, Kediri, Tulung Agung, Blitar, Wlingi, Kepanjen, Malang Kota Baru. Di kertosono kereta nggak berhenti. Kata petugas, karena kena sanksi, pernah ada asongan yang berkeliaran di stasiun. Di Kediri kereta berhenti, ada beberapa pedagang asongan menawarkan ketan, dari luar kereta. Yang kepingin beli, harus mendekat ke arah pintu. Dari Kediri hingga malang, tak ada pedagang asongan. Padahal udah kebayang pengen sarapan pecel di stasiun Blitar.

Jadi sekarang, di dalam stasiun itu benar-benar “steril” dari pedagang asongan. Bahkan jasa pembawa barang pun tak ada. Mereka tampak berjajar di pintu keluar stasiun, menunggu calon pelanggan. Jadi yang bawaannya banyak ya harus angkat-angkat sendiri bawaannya keluar stasiun.

 

Iklan

15 thoughts on “Kereta Api, Dulu dan Kini

  1. wah gajayana sekarang harganya baerapa mbak..dulu kayaknya pas pertama kali aku naik masih 200 terus naik jadi 300 posisi terakhir maret 2008 kalo tak salah harganya segitu…pas mudik ke tulungagung…lutju ada insiden kekunci nggak bisa balik ke tempat duduk setelah dari toilet…soale pintune angel gajayana..hehehe..jadi nunggu ada yagn buka dari dalam…byuhhhhh..
    iya pernah dibeliin kawan lewat ATM lalu aku tinggal tukar struk digambir..
    kalo senja dari senin kan…terakhir aku naik masih 100 ribu…ke yogya…

  2. dari Gambir sih bu, gak ada KA ekonomi
    coba masih pakai KA ekonomi, pasti masih ada pedagang asongannya…

    kalau saya paling demen naik ekonomi pas dini hari trus berhenti di stasiun Cirebon pesen kopi panas. hmmm…..

    1. KA ekonomi juga skrg ber AC, nggak boleh lagi ada yang berdiri kayaknya. Jadi di KA ekonomi masih boleh ya pedagang asongan? Wah kapan2 mesti coba naik matarmaja nih

    1. Yup stasiun dah tertib. Mudah2an gak lama lagi terminal juga bisa tertib gitu. Ga ada lagi bus ngetem cari penumpang di pintu keluar terminal dan bikin macet
      Sent from my BlackBerry®
      powered by Sinyal Kuat INDOSAT

  3. sudah banyak perubahan ya kondisi kereta api sekarang………..termasuk stasiunnya. kelihatannya lebih tertib dan bersih…sempat difoto nggak mbak kondisi di dalam kereta sama stasiunnya?

    1. Udah nggak ada lagi. Jadi klo naik Kereta jarak jauh sebaiknya siap bekal makan minum/camilan. Klo beli di kereta mahal
      Sent from my BlackBerry®
      powered by Sinyal Kuat INDOSAT

  4. Nopember lalu mengantar anak dari stasiun Tawang sudah tidak bisa antar masuk selepas check in. Semoga perbaikan sistem membuat penumpang nyaman. Salam

    1. Sekarang ruang tunggu relatif sepi, jadi gampang nyari tempat duduk buat nunggu. Klo dulu pasti berjubel, yg naik kereta cuma satu, yang ngantar bisa lima orang 🙂
      Sent from my BlackBerry®
      powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s