PengalamanKu

Belajar dan Mengajar, Saling Melengkapi

Seminggu ini, 10 – 15 Juni 2013, saya kembali berada di Jakarta. Tepatnya di Seamolec, kompleks universitas terbuka (UT) daerah pondok cabe. Saya disini karena ditugaskan oleh pimpinan untuk mengikuti kegiatan workshop master trainer simulasi digital. Simulasi digital merupakan salah satu mata pelajaran wajib bagi SMK semua jurusan dalam kurikulum 2013. Disini saya nggak akan cerita mengenai isi materinya, karena terlalu teknis. Nanti saja klo ada waktu luang akan saya posting di blog satunya, yang memang khusus bahas masalah teknis. Saya pengen cerita kegembiraan dan perasaan saya melihat anak-anak saya dulu sudah sukses.

Jadi ceritanya, ada lima orang anak didik saya dulu dimalang, yang kini bekerja di seamolec ini. Mereka semua sudah sukses, sudah tamat S2, sudah pernah ditugaskan ke luar negeri. Dan kini, disini gantian saya yang duduk di meja murid, sementara mereka berdiri di depan kelas, menyampaikan materi. Tentu saja saya senang dan bangga, melihat mereka memaparkan materi didepan kelas. Senang juga karena mereka tak lupa pada saya, tetap ramah dan hangat. Senang karena mereka semua profesional.

Belajar dan mengajar itu memang saling melengkapi. Suatu saat kita dituntut untuk belajar, disaat lain kita harus mengajarkan apa yang pernah kita pelajari. Jadi ingat sebuah hadits, yang kurang lebih bunyinyaΒ  “Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar dan mau mengajarkan

Iklan

7 thoughts on “Belajar dan Mengajar, Saling Melengkapi

  1. Waaaaah, jalan2 lagi dong? #ups. πŸ™‚

    Anak didiknya hebat ya, Bu.
    Sekarang menjadi partner malah, ya? πŸ™‚
    Semoga dilancarkan semua kegiatan dan aktifitasnya. πŸ™‚

  2. Wah, mbak…bisa ikut merasakan kebanggaan yang dirasakan terhadap ‘mantan’ anak didik.
    Belajar dan mengajar itu seharusnya memang saling melengkapi.
    Ada saat dimana kita harus belajar, ada pula saat dimana kita yang harus berbagi ilmu…
    πŸ™‚

    1. Ada satu hal lagi yang penting. Saat mengajar, tularkan semua pengetahuannya, jangan ada yang disembunyikan. Saat belajar, kosongkan cangkir pikiran dan berlaku seolah tak tahu apa-apa, untuk menghindari perasaan sok tahu sehingga akhirnya menyepelekan apa yang disampaikan pengajar

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s