PengalamanKu

Enaknya Jadi Anak Pejabat

Kemarin siang, teman seruangan saya kedatangan dua pemuda, kakak beradik. Yang satu sedang proses mengerjakan tesis, dan adiknya sedang bergelut dengan tugas akhir. Sang kakak kuliah di surabaya, sedangkan si adik di malang. Rupanya mereka berdua  menemui kesulitan dalam mengerjakan tesis dan tugas akhir mereka, sehingga meminta bantuan pada teman saya. Teman saya ini memang orangnya jago segala macam, mulai masalah coding program hingga jaringan komputer. Selalu jadi andalan jika kami dalam kesulitan. Jadi tempat bertanya, bagi kami yang dituntut untuk terus belajar.

Disela-sela mereka konsultasi, si adik dapat telpon, lalu menyerahkan telpon itu pada teman saya, sambil bilang “ini bapak”. Saya nggak tahu apa yang dibicarakan oleh teman saya di telpon, karena dia keluar ruangan saat menerima telpon. Hingga jam kantor berakhir, mereka masih asyik berdiskusi. Jadi saya pulang duluan.

Hari ini, saya baru tahu, dikasih tahu oleh teman saya. Bahwa kedua mahasiswa yang mendatanginya kemarin adalah anak dari Pak X, seorang pejabat, di salah satu instansi pemerintah di Malang. Jadi si Bapak menelpon Kepala pusat, pimpinan tertinggi di tempat saya bekerja, meminta tolong, bagaimana caranya agar kedua anaknya ini bisa segera selesai tesis dan tugas akhirnya. Kepala Pusat lalu menelpon Kepala Bagian saya, dan Kepala Bagian menelpon teman saya tadi.

Enak ya, jadi anak pejabat. Ada kesulitan apa, tinggal bilang ke babenya. Maka si babe akan mencari-cari diantara koneksinya, siapa yang kira-kira bisa membantu. Entah membantunya dengan ikhlas, atau setengah terpaksa, karena sebenarnya juga punya pekerjaan lain yang harus diselesaikan.

Ini bukan kejadian pertama lho, dulu juga pernah ada. Anak pejabat, kuliahnya malah di Jakarta. Jadi dia tinggal seminggu di Malang. Kami keroyokan bantuin dia sampai malam. Untungnya, saya pas ada pekerjaan lain, dan tak bisa saya tinggalkan, jadi nggak perlu ikut gotong royong bantuin dia. Cuma kebagian cerita aja dari teman-teman.

Seandainya Engkau menjadi anak pejabat, apakah Engkau akan bertindak sama? Mengeluhkan masalahmu pada Orang tuamu, lalu berharap dengan kekuasaannya, orangtuamu akan mencarikan bantuan untukmu?

 

Iklan

8 thoughts on “Enaknya Jadi Anak Pejabat

  1. Aku duduk anak pejabat mbak jd gak ngerti..yang pasti bpkku ngajarin mandiri dan tidak bergantung pada orangtua…bapakku cuman menyediakan tempat curhat dan kasih advice.lainnya harus eksekusi sendiri…belajar..dan dapat sesuatu dari hasil
    jerih payah sendiri..bangga rasanya bukan krn fasilitas dan kedudukan orangtua

  2. ayah saya seorang petani kecil mbak Nik… setiap saat mendidik dan menggembleng kami dengan keras supaya kami bisa jadi orang yang mandiri dan bertanggung jawab…. saya tidak bisa ngayal andai saya jad anak seorang pejabat….

  3. Yang geblek pejabatnya, dengan suka rela merusak anaknya sendiri. Dengan mencari bantuan dalam menyelesaikan tugas anak-anak, tentu saja mereka mempreteli kemampuan sang anak dalam bertahan hidup. Sungguh orang tua geblek!

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s