WisataKu

Bersahabat di Dunia Nyata atau Maya, Sebenarnya Sama Saja

Pagi ini pengen nulis soal dunia nyata dan dunia maya. Lebih khusus lagi tentang pertemanan di dua dunia tersebut. Di dunia nyata, kita sering bertemu dengan orang-orang baru. Ada yang kita diamkan saja, karena memang tidak kenal. Kadang ada yang kita ajak bertukar senyum, bertukar sapa dan dilanjutkan mengobrol tanpa saling memperkenalkan diri. Cukup sampai disini saja, setelah berpisah ya sudah. Ada juga yang sudah ngobrol ngalor ngidul, entah karena merasa nyaman, atau memang benar-benar lupa, baru tersadar kalau belum tahu nama masing-masing. Berawal dari nama, lalu bertukar nomor kontak, alamat email bahkan alamat rumah. Setelah berpisah, ada yang saling lupa, karena kesibukan masing-masing. Ada yang tetap menjalin hubungan, sms an, telpon bahkan saling berkunjung. Dan jadilah mereka sahabat kental.

Di dunia maya, utamanya perngeblogan pun berlaku hal yang demikian. Blogwalking dan menemukan blog-blog baru, melihat-lihat, membaca tanpa meninggalkan komentar dan lalu tak pernah datang lagi. Ada yang berulang kali datang, membaca-baca saja tanpa pernah kasih komentar, istilahnya sih silent reader. Ada yang berulang kali datang, membaca dan berkomentar. Komentarnya dibalas oleh sang pemilik blog. Lalu mulailah sang pemilik blog yang dikomentari tadi balas berkunjung, membaca dan berkomentar. Dari seringnya berkomentar, lalu mulailah email-emailan. Email tak puas, disambung bertukar no hp, lalu sms dan telpon. Saling bercerita ini itu tentang pribadi masing-masing. AdaΒ  yang cukup puas dengan email, sms dan telpon, ada pula yang disambung dengan saling berkunjung. Dan jadilah mereka sahabat kental.

Saya sendiri mengenal dunia ngeblog sejak jaman friendster menyediakan fasilitas untuk membuat blog. Disusul kemudian dengan mencoba memakai blogger. Lalu bergabung menulis di kompasiana. Terakhir, saya nemplok di wordpress. Dari pengalaman berganti-ganti platform tersebut, saya berkesimpulan bahwa membuat blog baru itu mudah. Cukup register dan isi tulisan, nggak sampai satu jam, maka blog baru sudah jadi. Yang susah itu adalah menjaga konsistensi diri untuk terus menulis. Yang menyedihkan adalah jika tulisan-tulisan di blog tiba-tiba hilang begitu saja, entah memang sengaja di hapus atau karena ada masalah dengan sistem.

Di jaman menggunakan friendster dan blogger, saya menulis sekedar menulis saja. Untuk diri saya sendiri. Saya nggak pernah mencoba menjalin komunikasi dengan sesama blogger. Kala itu saya masih nggak ngerti kalau ada istilah blogger untuk menyebut orang yang suka menulis di blog. Beberapa kali mendapat undangan pelatihan ngeblog, ataupun kumpul blogger, tak pernah saya hadiri. Ada yang berkomentar di blog pun, saya diamkan saja. Saya baca, tapi tidak saya tanggapi. Karena saya pikir, itukan tulisan catatan buat diri saya sendiri. Orang lain silakan saja berkomentar, sah-sah saja.

Memasuki masanya kompasiana, saya mulai suka jika ada yang mengomentari tulisan saya. Saya juga suka berkomentar ditulisan orang lain. Dari seringnya berkomentar ini, rasanya tak lengkap hidup saya jika sehari saja saya nggak berkunjung ke kompasiana. Rasanya memang sudah ada jalinan yang erat dengan orang-orang yang suka mengomentari tulisan saya, maupun yang tulisannya sering saya komentari. Dari sini, mulailah ada yang kirim pesan pribadi. Lalu jadilah teman ngobrol. Bahan obrolan yang kadang nggak enak kalau dibicarakan (baca : dituliskan) di forum umum. Pernah beberapa kali ada undangan kopdar, namun karena waktu dan tempatnya tidak pas, jadinya saya nggak ikut.

Eh, tapi bukan berarti saya nggak pernah ketemu dengan teman-teman yang suka ngeblog di kompasiana. Beberapa kali saat ke Jakarta, saya bisa menyempatkan ketemu dengan beberapa orang. Demikian juga pas ada acara kopdar besar di Malang, saya bisa ikut, bahkan mengajak suami dan anak-anak. Tapi sayang, foto-fotonya ada di hardisk eksternal yang karena kelalaian saya, kini tak bisa terbaca. Jangan sebut ini hoax walau nggak ada foto.

Lanjut ke jaman wordpress. Saya mulai aktif menulis di WP sejak Desember 2011. Penyebab awalnya saya main-main ke WP adalah karena kompasiana susah sekali diakses dari kantor. Server kompasiana sering down, entah kenapa. Layoutnya yang baru membuat situs itu terasa berat diakses oleh jaringan di kantor saya yang memang bandwidthnya kecil. Jadilah saya main-main ke WP.

Di WP saya mulai kenal istilah blogwalking dan give away. Mulai senang berkunjung kesana kemari dan meninggalkan jejak. Mulai menjadi follower beberapa blog, yang jumlahnya makin lama makin banyak.

Sekian dulu cerita tentang sejarah saya mengenal dunia blog.

Lanjut ke maksud saya membuat tulisan ini.

Jadi ceritanya, saya tadi berkunjung ke blognya mbak Lies, yang sedang mengadakan GA tentang indahnya persahabatan blogger, yang ternyata di perpanjang sampai 16 Juli. Mumpung kemarin baru ketemuan ama mbak Monda, jadilah coba-coba aja ikut meramaikan GA nya mbak Lies dan mbak Ika.

Kopdar ama mbak Monda? Iya, beneran ini. Bukan hoax. Bukan berita bohong.

Tanggal 10-12 kemarin, kebetulan saya dapat tugas lagi ke Jakarta. Nah, saya iseng ngabari mbak Monda kalau saya lagi ada di Jakarta. Terus dia minta no hp saya, dan jadilah kami janji ketemuan.

Rupanya tempat kerja mbak Monda nggak jauh dari hotel tempat saya menginap, jadilah dia yang mengunjungi saya. Walaupun dekat, namanya di Jakarta, tetap aja perjalanan jadi lama. Alhamdulillah, walau telat beberapa menit dari waktu yang dijanjikan, kami bisa ketemu.

Mbak Monda nelpon bahwa dia sudah nyampai di hotel. Saya bergegas meninggalkan ruang pertemuan dan menuju keluar hotel. Tengok kanan kiri, akhirnya saya temukan dia sudah duduk di salah satu bangku di selasar hotel. Langsung bisa mengenali sosoknya, karena memang sudah sering melihat fotonya. Jadi nggak perlu lagi ada penjelasan “saya pakai baju merah…..”. Begitu ketemu langsung salaman dan tak lupa sun pipi kiri kanan.

Nggak nyangka lho, ternyata si mbak ini lebih tinggi dari saya. Apalagi pas lihat foto kami berdua, kok kayaknya saya kelihatan “mungil” gitu πŸ™‚

allsonIMG01927-20130712-1321

Untuk mendapatkan foto ini perlu perjuangan lho. Kami minta tolong ama pak satpam. Lupa siapa namanya. Tapi kami nggak lupa kok mengucapkan terimakasih.

Kami ngobrol mulai dari masalah kerjaan, keluarga hingga pengalaman ngeblog. Walau baru pertama ketemu, alhamdulillah obrolan kami nggak kaku, bisa ngalir lancar. Padaha saya ini, kata banyak orang, adalah orang yang pendiam. Dan tidak suka banyak bicara pada orang yang baru sekali ketemu. Tapi kemarin kayaknya kok saya jadi ceriwis, baik dalam bercerita maupun bertanya. Bisa jadi, memang baru sekali itu kami ketemu muka, tapi sudah sering kami ketemu lewat tulisan. Jadi ya… nyambungnya cepet.

Berhubung mbak Monda mengunjungi saya di jam istirahata kerja, berhubung Jakarta terkenal macetnya, berhubung jam 2 saya harus berangkat ke bandara, jadi mau tak mau kami harus mengakhiri pertemuan hari itu. Usai acara foto-foto, kami pun berpisah.

Cerita ini diikutsertakan dalam Giveaway Ikakoentjoro’s Blog dan Lieshadie’s Blog -Indahnya Persahabatan Blogger-”

Iklan

34 thoughts on “Bersahabat di Dunia Nyata atau Maya, Sebenarnya Sama Saja

  1. Waduuh, yang sibuk ditugaskan ke sana-kemari sebenarnya memliki banyak peluang untuk kopdar ya, Bun. πŸ˜€

    Saya belum pernah berjumpa denga Bu Monda, tapi sering lihat di photo2. .. πŸ™‚
    Moga menang, ya. . .:)

  2. sama mba, dulu aktif di friendster, sayangnya postingan di sana tak terselematkan. blogger juga pernah, tapi sekarang nyaman di WP.
    tapi saya belum ada ketemu sama blogger nih.

  3. alhamdulillah akhirnya sempat ketemuan juga ya mbak.,
    sebetulnya aku juga nggak begitu bisa banyak bicara kl ketemu orang baru…, tapi karena udah saling kenal di blog, omongan mah lancar aja ya

  4. Mbaaaak, ikut seneng mbak Nanik sudah ketemuan dengan mbak Monda…
    Mbak Monda baik banget, rajin menyambangi teman-teman dunia maya yang sedang ada di jakarta. Kebetulan saya juga pernah ketemu mbak Monda juga…wuih, ngobrol hampir dua jam sampe nggak kerasa saking serunya!

    Selamat ikutan GA, mbak…sukses ya!

  5. jelas beda, bu. blogging itu bukan dunia persahabatan, tapi untuk memulai pertemanan dan berteman, iya. gakm mungkin menjadi sahabat, kalo antara blogger gak ketemu, atau sekedar ikut kopdar, tanpa memahami kejiwaan dan pikiran si blogger lain, yg itu bisa dilakukan bila tiap hari atau tiap pekan ketemu, saling bertatap muka.

    dan sy paling ogah sebenernya blogging secara kroyokan seperti di ko******** dan di blo******k, soalnya yg diuntungkan hy pemilik portal tsb, dan pengelolaan akun2 palsu/anonim semakin ramai sj di sana. akun2 spamer dan bikin onar, bahas politik, pro dan kontra pemerintahan. yg dukung partai korup dsb. bosan sj baca dan bw di sana. gak ada manfaatnya. mending di blogger atau wordpress. udah aman, penggunanya pun orang2 waras dan sehat2 akalnya

    1. ya maksudnya prosesnya yang sana : Kenalan => Jadi teman => jadi sahabat. Didunia nyata pun tidak semua teman bisa jadi sahabat. Tergantung intensitas komunikasinya

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s