BacaanKu

Inferno

Satu lagi karya Dan Brown yang sukses membuat saya betah begadang selama 2 malam berturut-turut. Yup, buku terbaru dari penulis kisah misteri yang membuat saya sering berhenti membaca dan berpikir, ini fakta atau cuma rekaan. Dan inilah kelebihan Dan Brown menurut saya, memadukan antara fakta dan rekaan dalam satu buku.

inferno

Tokoh utamanya masih tetap, Robert Langdon, professor ahli simbologi yang mengajar di universitas Harvard. Terbangun dan merasakan sakit dikepala, di sebuah rumah sakit dinegeri yang sangat jauh dari asalnya. Padahal seingatnya, pagi itu dia sedang berada dilingkungan universitas. Tapi saat terbangun, tiba-tiba sudah ada di Italia. Kebingungan dengan apa yang terjadi pada dirinya, mencoba mengingat-ingat bagaimana dia bisa ada disitu, namun tak juga berhasil menggali ingatan. Masih dalam suasana bingung, tiba2 datang penyerang, menembak mati dokter yang merawatnya. Untunglah, Langdon dengan dibantu dokter muda di rumah sakit tersebut, berhasil meloloskan diri.

Dan mulailah petualangan Langdon di Italia. Menghindar dari kejaran orang-orang yang terus memburunya, dengan alasan yang Langdon sendiri masih belum mengetahuinya. Sambil berusaha memecahkan kode yang terdapat pada sebuah lukisan. Lukisan yang telah diubah dari bentuk lukisan aslinya, dengan menyisipkan kode-kode didalamnya. Siapa yang telah memberikan lukisan itu padanya? Dia pun tak ingat. Yang dia tahu, dia harus segera memecahkan kode itu.

Lukisan itu pada akhirnya menuntunnya untuk menemukan topeng kematian Dante. Ada apa dengan topeng itu. Topeng yang tersimpan rapi di museum.

Ternyata ada orang yang telah menyisipkan syair-syair dipermukaan dalam topeng tersebut. Tulisan berbentuk syair yang akan menuntun siapa yang berhasil menafsirkannya secara tepat, menuju suatu lokasi. Lokasi dimana seseorang telah meletakkan virus berbahaya.

Langdon sempat salah menafsirkan lokasinya. Dan saat dia menyadari kesalahan itu, sudah terlambat. Karena ada pihak lain yang juga mengincar lokasi itu, dan mendahului Langdon menuju kesana.

Pada akhirnya, virus itu memang telah menyebar.

***

Bab-bab awal novel ini sempat membuat minat saya menurun. Tidak menarik menurut saya. Namun saya coba untuk melanjutkan membaca, berharap menemukan kejutan-kejutan dibab-bab selanjutnya.

Dan, memang benar. Ada banyak kejutan yang saya dapatkan. Pertama, ada WHO yang ternyata membawa Langdon ke Italia. Kedua, Dokter muda yang membantu Langdon dalam pelarian, membantu pula memahami kode-kode yang harus dipecahkannya, yang ternyata adalah kekasih dari si pembuat kode dan sekaligus juga si pembuat virus. Ketiga, rekayasa yang dilakukan konsorsium dalam memanipulasi Langdon. Membuat Langdon kehilangan sebagian ingatan, membangun suasana rumah sakit. Dokter yang diawal dilihat oleh Langdon telah tertembak dan berlumuran darah, ternyata itu semua rekayasa. Sang dokter masih segar bugar.

***

Novel ini, terinspirasi oleh karya Dante, The Divine Comedy. Saya pun jadi tertarik untuk membacanya. Dan saat saya iseng menghidupkan ebook reader yang sudah lama saya miliki, namun sudah lama pula saya anggurkan, ternyata ada ebooknya the divine Comedy. Sayangnya dalam terjemahan bahasa Inggris. Jadi perlu waktu lama untuk menyelesaikannya.

Inferno berarti neraka. The divine Comedy menggambarkan tingkat-tingkat dalam neraka serta siapa saja yang akan jadi penghuninya. Bagaimana bentuk siksaan dalam setiap tingkat neraka tersebut. Bagaimana jika sudah dibersihkan di neraka, barulah seseorang bisa naik menuju surga.

***
Membaca inferno saya jadi pengen jalan-jalan ke Italia. Membuktikan museum maupun gereja yang digambarkan Dan Brown dalam bukunya. Karena tidak hanya dibuku ini saya dia menggunakan setting Italia. Dibuku-buku sebelumnya, ada juga yang settingnya di Italia. Dan caranya menggambarkan secara detail suasana gereja, museum mapun taman-taman disana, membuat saya terobsesi untuk melihat langsung tempatnya. Semoga saja suatu saat bisa terwujud.

 

Iklan

13 thoughts on “Inferno

  1. Novel dengan cerita menarik, ditulis penulis hebat. Selalu berbekas dibenak, bahkan bisa berpengaruh pada prilaku.
    Walau cuma fiksi, kita seolah terbawa berada didalamnya., bahkan selalu ada hikmah didalamnya. 🙂
    Salam

  2. Aamiin.. Pengen dung ikutan ke itali hHahaha…. Tiap mampir ke blog mbak,klo lg review novel bikin penasaran lhoo.. Pinter bgt milih novel yg keren 🙂 aku lg susah soalny baca buku tebel2, paling jadi ya baca majalah hahaahahhaha

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s