PengalamanKu

Tahun Kemarin Tak Segemuk Ini

Begitulah ucapan pertama dari salah satu guru SMK yang barusan saya kunjungi kemarin. Tahun lalu saya juga ada tugas ke SMK itu, dan bertemu dengan guru tersebut. Saya hanya bisa tersenyum. Kecut. Lalu berucap “alhamdulillah” untuk menenangkan diri. Padahal dalam hati…. duhh pengen diet nih.

Tak cuma satu orang guru itu, memang banyak juga yang bilang kalau saya sekarang lebih gemuk. Dan memang begitulah adanya. Berat badan saya naik sepuluh kilo lebih, baju dan celana banyak yang tak muat. Sampai beberapa orang mengira saya hamil lagi.

Jadi, kenapa saya bisa bertambah gemuk begini?

Inilah resikonya kalau punya suami hobby masak!

Sudah sekitar 7 bulan suami pindah ke Malang. Jadi kami berempat sudah berkumpul dalam satu rumah. Dan suami saya ini seneng banget memasak, seneng banget kalau saya makan banyak. Kadang saya sudah bertekad untuk tidak makan di sore/malam hari. Eh habis maghrib suami buka-buka kulkas, ngambil beberapa bahan terus menuju dapur.

Saya sih asyik aja main sama anak-anak, sementara suami juga asyik di dapur. Suami memanggil kami saat makanan sudah siap tersaji dipiring. Melihat suami sudah repot didapur, makanan sudah tersaji, saya pun tak tega kalau tak memakannya. Jadilah, tekad untuk tak makan disore hari tinggal tekad. Kenyataannya saya tetap makan, banyak pula 🙂

IMG03315-20140123-1717Rujak kelapa muda + sepiring pisang goreng di sore hari. Untuk yang ini, saya yang masak. Buat camilan kami semua, karena anak-anak juga suka pisang goreng.

IMG03350-20140214-1735

Sepiring nasi + gulai ikan masakan suami. Dihidangkan usai magrib, untuk makan malam. Porsi nasi saya sih tak sebanyak itu, tapi suami klo ngambilkan pasti banyak. Biasanya saya kurangi jadi separuhnya.

Gambar kiriman teman saya ini kayaknya tepat untuk menggambarkan kondisi saya.

perut gendut

***

Alasan kedua, kenapa saya tambah gemuk adalah, saya nggak tega lihat makanan terbuang sia-sia. Jadi kalau pas nemeni anak-anak makan, dipiring masih ada satu dua sendok nasi, sementara anak-anak sudah merasa kenyang dan tak mau disuapi lagi, maka makanan itupun otomatis masuk mulut saya. Kayaknya dikit sih, satu dua sendok. Tapi kalau tiap hari kan jadi banyak juga!

Saya jadi ingat, duluuuuu sekali, jaman saya masih SD, pernah membaca artikel di majalah wanita, yang membahas tentang Mrs O. Mrs O alias overweight. Artikel itu membahas bagaimana para ibu rumah tangga, rata-rata menjadi bertambah gemuk. Salah satu penyebabnya adalah karena mereka sering menjadi “dinas kebersihan”. Makanan anak tak habis, dibuang sayang, maka si ibu yang menghabiskan.

Iklan

15 thoughts on “Tahun Kemarin Tak Segemuk Ini

  1. ahahahahahahahaahahaha…mantap. yg penting kan bahagia, mbak, apalagi dimasakin sama suami. jarang2x ada suami yg mau rajin ke dapur 😀

    yg penting diimbangi saja dgn olahraga atau jalan kaki selama 30 menit utk membakar kalori dan demi kesehatan jantung. 🙂

  2. aah… orang2 aja kalik mbak yg salah lihat.., kan jarang ketemu..
    he..he.., tapi kalau timbangan udah bilang beda ya nggak bisa dibantah .. wk..wk..#sama2 punya problem berat badan

  3. Hahha …
    Ini bener juga nih …
    dibalik wanita yang (bertambah) gemuk … ada pria yang membahagiakannya ..
    Mantaaapp …

    Salam saya

    (3/3 : 12)

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s