PengalamanKu · Uncategorized

Masha and The Bear

Masih melanjutkan bahasan tentang film kartun. Kali ini adalah Masha and the Bear. Film animasi anak-anak buatan negeri Rusia. Mengisahkan tentang petualangan seorang gadis kecil bernama Masha bersama seekor beruang.

masha

Ada banyak pelajaran yang saya dapatkan dari melihat kartun ini, terutama pelajaran kesabaran dari si beruang dalam menghadapi segala tingkah polah Masha. Kadang jadi malu sendiri, si beruang aja bisa sabar gitu, masa saya kalah? Si beruang aja, walau kadang geram dengan perbuatan Masha, tidak sampai keluar kata-kata dari mulutnya. Ada sih perubahan raut muka pertanda marah, namun si beruang segera menghela nafas, lalu menemukan solusi untuk membereskan segala kekacauan yang diakibatkan oleh Masha.

Masha pun memberikan pelajaran bagi anak-anak yang menonton. Memang dia usil, memang dia keras kepala, memang dia kadang melakukan sesuatu yang membahayakan jiwanya, namun dia juga memiliki rasa tanggung jawab. Walau tentu saja dalam melakukan tanggung jawabnya itu, muncul keinginan-keinginan untuk kembali melakukan hal-hal iseng.

Lihat saja salah satu episode dalam film ini, tentang keinginan si beruang untuk memancing. Dia pergi memancing, berjalan mengendap, berharap tak bertemu Masha. Karena pastinya dia ingin memancing dalam suasana tenang. Namun tak disangka, Masha berhasil juga menemukannya. Dan mulailah si kecil itu menganggu si beruang. Bermain bola disekitar si beruang, menimbulkan keributan, mengajak si beruang untk menemaninya. Puncaknya, dia menumpahkan cacing-cacing yang akan dijadikan umpan, hingga mereka berlarian (baca melata melarikan diri). Si beruang pun kalang kabut hendak menangkap kembali cacing-cacing itu, namun tak ada satupun yang berhasil ditangkap kembali.

Si beruang lalu membuatkan pancing kecil untuk masha, berharap gadis kecil itu akan mengikuti dirinya, duduk tenang menunggu umpannya dimakan cacing. Masha memang duduk tenang, namun mulutnya tak berhenti bertanya, “kapan bisa dapat ikan… bagaimana caranya bisa mendapatkan ikan….”

Akhirnya memang masha yang lebih dulu mendapatkan ikan, ikan kecil yang secara ajaib bisa mengabulkan permintaan Masha. Melihat si beruang yang tetap manyun karena tak juga mendapat ikan, Masha pun memohon pada ikan kecilnya, meminta supaya umpan si beruang di mangsa oleh ikan. Dan akhirnya si beruang berhasil mendapatkan ikan yang besar. Masha dan si Beruang sama-sama gembira.

Sama halnya dengan kehidupan saya. Kadang saya repot dengan antrian pekerjaan yang harus diselesaikan, disaat yang sama-anak-anak merajuk ngajak ditemani bermain. Atau mereka pengen saya fokus menatap mata mereka saat mereka bercerita aktivitas yang baru saja mereka lakukan, bertanya ini itu. Seperti si beruang, kadang saya juga butuh sendirian, butuh ketenangan. Sementara disisi lain ada anak-anak disekitar yang siap “mengganggu” dengan segala tingkahnya. Tentu saja saya harus pandai-pandai mengkondisikan mereka dan juga saya, hingga pekerjaan saya selesai, anak-anak juga tidak merasa diabaikan.

Masha, yang dengan ajaibnya, selalu berhasil membereskan kekacauan yang dia buat, kadang juga saya jadikan contoh buat anak-anak, agar mereka mau membereskan mainannya yang berserakan jika sudah selesai bermain. Agar mereka mau meletakkan piring ditempat cuci piring saat selesai makan.

Yah, sekali lagi merindukan tayangan animasi buatan negeri sendiri, yang lucu, menghibur namun juga ada unsur pendidikannya.

Iklan

29 thoughts on “Masha and The Bear

  1. Aku suka Masha. Ngeselinnya itu bikin gemes. Plus ketawanya yang khas. Haha…

    Btw, film animasi buatan Indonesia juga ada yang lumayan loh mbak. Lupa judulnya. Itu yang tokoh utamana ada adit, yang suka naek sepeda, ada juga dua orang yang selalu bikin onar. Kalo menurut aku sih kualitas animasinya udah lumayan. Unsur pendidikan juga masuk. Tapi ada minusnya, ceritanya cenderung datar. Kalo boleh bandingin dengan animasi anak bikinan tetangga kita, ceritanya kalah menarik

    1. Judulnya Adit & Sopo Jarwo kayaknya.
      Iya, dari segi teknik animasinya, menurut saya bagus.
      kayaknya kita butuh para penulis naskah yang bisa melakukan banyak riset dulu sebelum menulis, sehingga naskah ceritanya bisa bervariasi dan “masuk akal”

  2. Mulai suka sejak suami suka nonton. hahah..nyebelin tapi ngangenin juga ya..hihih..
    btw kartun kita udah mulai diproduksi sih, yang ada tokoh Deddy Mizwar-nya itu..tapi entahlah..kok masih lebih ngena Upin Ipin ato kartun sejenis Masha ini ya?

    1. iya beberapa kali juga nonton Adit & Sopo Jarwo, yang ada deddy mizwarnya hehehe
      Secara teknik animasi udah bagus setara lah sama upin ipin, tapi secara tema cerita masih kalah bagus ama upin ipin πŸ™‚

  3. belum tau lho kartun ini
    he..he.. udah nggak ada yg nonton kartun sih di rumah
    tapi dari uraian di atas bagus ceritanya buat anak2 belajar

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s