WisataKu

Menengok Museum Angkut di Batu

Hari sabtu kemarin, kami sekeluarga ke Batu, tujuan utamanya mau beli bambu untuk membuat kandang ayam. Tujuan sampingan, ya muter-muter aja, barangkali menemukan sesuatu yang menarik untuk disinggahi. Dan malah akhirnya tujuan sampingan yang ketemu lebih dulu. Ya, kami menemukan pemandangan baru di kota batu, Museum angkut.

Dengan pd nya langsung masuk aja ke areal parkir, kok masih sepi. Tumben banget, padahal ini kan weekend, dan biasanya kalau week end itu pasti kota Batu ramai sekali. Ternyata oh ternyata, obyek wisata ini baru buka pukul 12.00, sementara saya sampai sana jam 11 an gitu deh. Daripada balik lagi, kami memutuskan untuk menunggu saja.

IMG03872-20140510-1323

Lahan parkirnya, seperti biasa PANAS. Beruntung di depannya ada pasar apung, jadi bisa numpang berteduh dulu

IMG03862-20140510-1120

Pasar apungnya satu manajemen sama museum angkut, jadi sama-sama buka jam 12. Jadi sambil menunggu buka, kami lihat-lihat dulu, sambil sesekali jeprat jepret

IMG03864-20140510-1121Anak-anak nggak mau diajak foto, jadi mak nya aja yang narsis

IMG03869-20140510-1143Asyik lihatin ikan di kolam

IMG03866-20140510-1123Wah… ada perahu bawa buah-buahan

IMG03859-20140510-1108Makan diatas “kapal” kayaknya asyik juga, sayangnya masih tutup

IMG03868-20140510-1125Malah duduknya diatas meja, ini bukan hidangan lho….

IMG03870-20140510-1315Ada yang lagi naik perahu

Berhubung tujuan utamanya adalah membeli bambu, kami nggak masuk ke dalam museum, walaupun kami disana sampai museum di buka, dengan pertimbangan masalah keuangan. Tiket masuk pada hari kerja 50 ribu/orang, pas weekend jadi 75 ribu/orang. Jadi dalemannya museum kayak apa, kami belum tahu. Mudah-mudahan lain kali bisa masuk ke sana, pas hari kerja tentunya, biar ongkosnya lebih murah.

Di pasar apung, banyak macam dagangannya. Sayur dan buah-buahan, mainan anak-anak, sandal sepatu baju, aneka makanan (sate, soto, bakso, batagor), aneka jajanan ( cenil lupis dan teman-temannya, rangin, leker, serabi solo, aneka gorengan). Tersedia pula berbagai barang kerajinan (tas, sepatu lukis, miniatur kendaraan). Satu lagi, pusat oleh-oleh. Dan bukan cuma oleh-oleh khas batu dan malang saja lho, ada gerai juga untuk oleh-oleh khas jogja dan jateng. Jadi yang nggak sempat ke jogja dan jateng tetap bisa tahu oleh-oleh khas dari sana, walau tentu saja tak lengkap.

Sekian reportase tempat mampirnya. Bagaimana dengan tujuan utamanya? Bambu juga akhirnya belum jadi beli, setelah tawar menawar tetap nggak cocok harganya.

Iklan

13 thoughts on “Menengok Museum Angkut di Batu

    1. setelah diamati konstruksinya, nggak terapung. Jadi beberapa bagian memang dibuat lebih rendah (cekung) dan diisi dengan air. Kalau kios-kiosnya, bawahnya beton, diatasnya dikasih papan kayu.

  1. Nyobain makan di atas kapal itu kayaknya seru buat anak-anak,
    sayang belum buka ya,
    sekarang belum masuk, berarti di suruh berkunjung lagi,
    dan ditunggu reportase lengkapnya πŸ™‚

    1. iya mbak, pengelola museum ini juga mengelola beberapa obyek wisata lain di kota batu, jadi memang kemasannya bagus. museum bukan lagi harus “menyeramkan”

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s