PengalamanKu

Rendang Jengkol, (ternyata) Enak Lho….

Jengkol. Dalam asumsi saya, sama dengan pete, memberikan efek yang tidak baik, yaitu mulut menjadi bau setelah memakannya. Air kencing juga jadi lebih pesing. Asumsi saya ini terbentuk sejak kecil, ditanamkan terus menerus oleh ibu saya. Karena itulah ibu saya nggak pernah masak yang namanya jengkol. Alhasil, saya pun tak pernah tahu bagaimana rasanya.

Hingga suatu ketika, saya ke rumah kakak ipar di Bengkulu. Saat masuk ke kamar mandi, kok ada bau tak sedap yang sangat menyengat. Saya sudah menyiram air banyak, tapi bau itu susah hilang, tetap ada walau samar masuk indra penciuman. Akan tercium bau yang menyengat lagi kala kakak ipar saya keluar dari kamar mandi. Penasaran, saya tanya pada suami saya, bau apakah itu? Kata suami, itu karena kakak habis makan jengkol, jadi kencingnya memang bau menyengat gitu.

Jadi benar apa yang dikatakan ibu saya dulu, maka saya pun bertekad nggak akan makan jengkol, agar air kencing saya tak menimbulkan bau seperti itu.

Di Malang, beberapa kali ada saudara datang berkunjung. Saudara asal sumatra yang sedang kuliah/bekerja di malang. Mereka bawa jengkol ke rumah. Karena saya nggak ngerti cara masaknya, saya suruh aja mereka masak sendiri. Yang penting saya sediakan nasi saja. Lahap betul mereka makan berlauk jengkol. Tapi saya tetap tak tergoda untuk mencicipi, teringat aroma tak sedap dari kamar mandi waktu di rumah kakak saya.

Kemarin, suami saya ke pasar. Pulangnya bawa jengkol. Kayaknya dia emang sengaja pesen ama salah satu pedagang dipasar deh. Pulang dari pasar, sibuklah suami saya di dapur. Saya cuma nengok sekali, gara-gara dimintai bantuan untuk nguleg bumbu.

Setelah matang, suami membawa sepiring nasi dan jengkol ke hadapan saya. Ngajak makan ceritanya. Saya, masih tetap nggak mau dong. Eh, dipaksa-paksa. Tangan saya dipegangi, berontak juga kalah tenaganya dan jengkolpun berhasilΒ  dimasukkan ke mulut saya. Lalu saya coba gigit, Kok empuk, kenyal, enak. Dikunyah, kok tambah enak. Jadilah siang itu saya makan nasi berlauk jengkol.

IMG04164-20141203-1650

Kayaknya saya bakal ketagihan deh.

Iklan

24 thoughts on “Rendang Jengkol, (ternyata) Enak Lho….

  1. Di tangan sahabat yang pintar masak rendang jengkol menjadi sangat sedap [masih tetap edisi belum suka jengkol]
    Minimal sudah mencoba ya Jeng Naniek, kalau jadi ketagihan yah prestasi si Abang membujuknya.

  2. kok sama Nan, aku juga kenal jengkol udah kerja, gara2 makan rame2 terus ada yg buat sambal jengkol, nyicip dikit
    sekarang udah mulai mau makannya, cuma berani dikit aja sih, setengah keping aja

  3. Kalau mau kencing, siram dulu area kencingnya dengan air, setelah kencing, disiram lagi, bau kamar mandi ga bakal terlalu bikin pusing oleh aroma jengkol πŸ˜€
    Kalau untuk mulut, katanya juga ada, ngunyah apa gitu setelah makan, tapi memang jengkol itu enak πŸ˜€

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s