PengalamanKu

Alhamdulillah Laku (lagi)

Istirahat siang, seperti biasa pulang ke rumah. Baru buka pintu dah dipameri suami dengan mengibarkan dua lembar seratus ribuan. Senyum sumringah, sambil bilang kalau dagangannya laku lagi. Alhamdulillah…. bisa nambah buat modal beli toples lagi.

Ya, kami sekarang memang punya dagangan baru. Namanya semut jepang.

Berawal dari sekitar dua bulan yang lalu, kami melihat tayangan di televisi. Ada seorang ibu rumah tangga yang sukses membudidayakan semut jepang. Dia menjual semut itu dengan harga 3000 rupiah/ekor. Menurut pembawa acara di tayangan tersebut, semut jepang itu berkhasiat untuk pengobatan berbagai penyakit, antara lain

  • Menstabilkan kadar gula dalam darah
  • Menormalkan asam urat, kolesterol, dan tekanan darah.
  • Mengobati penyakit jantung.
  • Menambah vitalitas bagi pria.

Setelah melihat tayangan itu, kami lalu berselancar di dunia maya, mencari informasi tentang semut jepang ini. Ketemu beberapa blog yang menawarkan semut jepang, harga jualnya antara 2000 – 5000 rupiah per ekor. Dari hasil berselancar ini pula, kami ketahui bahwa pemeliharaan semut jepang ini tidak susah. Jadi makin tertarik untuk mencoba membudidayakannya.

Dan sepertinya kami dituntun untuk benar-benar melakukan ini. Saat sedang ngobrol dengan tetangga sebelah soal manfaat semut jepang, si tetangga bilang kalau dia punya satu toples. Kalau kami mau, ambil saja beberapa ekor.
Langsung deh ubek-ubek dapur cari toples kosong, diisi kapas lalu kami mengambil sekitar 20 ekor. Keesokan harinya pas ke pasar, saya beli ragi dan ditaburkan diatas kapas dalam toples itu. Berawal dari satu toples, kini sudah berkembang biak dan jadi sekitar 20 toples.ย  Untuk membudayakan semut jepang ini sangat mudah.

Pertama sediakan wadah/toples plastik yang dilubangi tutupnya supaya ada sirkulasi udara dalam toples.
Kedua, taruh kapas di dalam toples, tidak usah dipadatkan, kira-kira sampai setengah dari tinggi toples. Kami menggunakan kapas gulungan, beli di apotik yang 250 gram, bisa dipakai untuk 10 toples.
Ketiga, taburkan diatas kapas itu ragi tape yang sudah dihaluskan.
Terakhir, letakkan semut jepang dalam toples, lalu tutup toplesnya dan simpan di tempat yang tidak terjangkau oleh anak-anak.

Satu atau dua minggu sekali kita cek toples tadi, sambil memberi makan pada semut-semut itu, yaitu ragi yang sudah dihaluskan. Sekitar 2 mingguan mereka sudah berkembang biak. Anak-anak semut itu nggak langsung berbentuk semut lho, tapi bentuknya kayak ulat kecil-kecil. Makanya saya nggak mau dekat-dekat kalau suami lagi kasih makan semut-semut itu, karena nggak mau melihat sekumpulan makhluk kayak belatung dalam toples-toples itu.
image

image

Setelah berkembang biak menjadi banyak, mulailah suami berpromosi ke teman-temannyaย  tentang khasiat semut jepang ini. Kadang sambil buka tablet dan memperlihatkan situs yang memuat tulisan tentang khasiat semut jepang ini. Ada teman yang menyarankan untuk mencoba survey ke toko-toko obat, siapa tahu bisa jadi supplier semut jepang. Tapi belum kami lakukan, karena semutnya juga kan masih dikit.

Beginilah penampakan semut jepang. Ukurannya kira-kira sebesar semut cangkrang. Bentuknya nggak seperti semut yang biasa kita lihat. Semut ini bersayap tapi tak bisa terbang.
image

Jadi sementara ini, kami jualnya tidak per ekor, tapi per toples. Satu toples kami jual 200 ribu. Ada sekitar 30 semut dewasa dalam toples itu. Masih ditambah lagi anak-anak semut yang masih berbentuk belatung. Jadi harapannya, dengan uang 200 ribu itu, pembeli sudah nggak perlu kembali lagi ke kami, tapi cukup mengambil dari toples itu kalau ingin mengonsumsi semut jepang. Sejauh ini sudah laku 5 toples.
Emang nggak rugi kalau mereka nggak kembali?
Nggak lah. Ini kan lagi masa promosi. Kami yakin, pembeli pertama itu pasti akan bercerita ke orang lain, apalagi jika sudah merasakan khasiatnya. Mereka ini bisa jadi sarana promosi gratis bagi kami. Berita dari mulut ke mulut, kami yakini akan mendatangkan pelanggan baru lagi bagi kami. Jadi, akan ada masanya kami akan menjual semut itu per ekor ๐Ÿ™‚

image

 

 

Iklan

16 thoughts on “Alhamdulillah Laku (lagi)

  1. menstabilkan gula darah… ini penting… banyak sekali orang jaman sekarang yang gula darahnya terlalu tinggi jadi harus diet makanan enak enak

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s