PengalamanKu

Sidang Terbuka Ala ITS

POLYTRON T7800_20150123_130644

Hari Rabu kemarin saya menghadiri undangan salah satu rekan kerja saya menggelar sidang terbuka disertasinya. Sidang tertutupnya sendiri sudah dilaksanakan akhir november 2014 kemarin. Jadi, dibeberapa perguruan tinggi memang ada yang mensyaratkan ada sidang tertutup dan terbuka sebelum seorang mahasiswa program doktor dinyatakan lulus. Sidang tertutup dihadiri para penguji. Sidang terbuka dihadiri para penguji dan teman2 si mahasiswa, bisa juga adik kelas atau bahkan mahasiswa S2 maupun S1.

Saya baru pertama kali menghadiri sidang terbuka kayak gini. Acara diawali dengan sambutan ketua sidang, lalu sambutan ketua jurusan. Kemudian dosen pembimbing membacakan biodata mahasiswa yang akan memaparkan disertasinya, istilahnya buat mahasiswa itu adalah promovendus. Dosen pembimbingnya disebut promotor. Selanjutnya, promovendus dipersilakan memasuki ruangan.

Lalu dimulailah presentasi disertasi oleh promovendus, dilanjutkan pertanyaan oleh dosen2 penyanggah dan juga dosen2 pembimbing.

Selesai sesi tanya jawab, dosen penyanggah dan penguji keluar dari ruang ujian, menuju ruang lain untuk merundingkan apakah kira2 promovendus dipandang layak untuk meraih gelar doktor.

Sambil menunggu para dosen berunding, diruang ujian diadakan sesi tanya jawab lagi. Kali ini peserta yang hadir boleh bertanya apa saja pada promovendus. Ada yang bertanya tentang suka dukanya kuliah S3, tentang kesannya pada dosen pembimbing, tentang perasaannya saat ini, ada juga yang bertanya tentang disertasinya.

Sekitar 20 menit kemudian para dosen kembali masuk ruang sidang. Dan suasana langsung berubah jadi tegang. Inilah saat yang ditunggu semua orang. Ketua sidang membacakan berita acara pelaksanaan sidang, dan teman saya dinyatakan lulus. Alhamdulillah…

Selanjutnya promovendus beserta keluarga dipersilakan naik ke mimbar untuk mendapatkan ucapan selamat dari para dosen dan peserta sidang. Abis itu dilanjutkan acara makan siang bersama. Menunya bermacam-macam. Ada lontong kikil, aneka jajan pasar, mie bakso, dan nasi uduk. Tak ketinggalan es sirsak. Semua menu ini dibiayai oleh promovendus. Jadi kalau mau sidang, selain mikir ngadepin ujian, harus mikir biaya konsumsi juga.

Kali ini saya duduk dibelakang sebagai peserta, semoga lain kali saya bisa duduk di depan sebagai orang yang diuji

 

Iklan

20 thoughts on “Sidang Terbuka Ala ITS

  1. Dulu di kampus saya, sidang terbuka itu hanya sebagai pemaparan disertasi doktoral saja. Tentang apa-apa yang dikerjakannya, tentang hasil yang dicapai dan kegunaannya di masyarakat.
    Kelulusan sudah ditentukan pada sidang tertutup bersama dosen dan profesor penguji.

  2. Jadi ingat dulu waktu pertama dapat istilah promovendus (waktu SMP, dari koran), saya kira semacam species/ordo atau kategori predator/carnivore he..he.. Eh tapi benar ya yang datang dapat lontong kikil segala? Menyesal ndak ikut.. :mrgreen:

  3. Amiiin…smoga saja begitu, mbak.
    Kebetulan saya belum pernah menyaksikan langsung sidang terbuka seperti itu.
    Dari sekarang sebaiknya mbak Nanik sudah siap-siap milih menu masakan yang mau dihidangkan, jadi pas sidang cuman mikirin disertasi dan sidangnya aja 😀

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s