BacaanKu

Saat Berharga Untuk Anak

saatberharga“Saat Berharga Untuk Anak Kita” buku terakhir yang selesai saya baca. Buku ini ditulis oleh Mohammad Fauzil Adhim, seorang psikolog. Bagi yang tinggal di Jogja, atau pernah kuliah di Jogja, insyaallah tahu siapa beliau ini. Saya sendiri, waktu jaman kuliah dulu, pernah sekali menghadiri sebuah seminar yang menghadirkan beliau sebagai pembicaranya.

Anak-anak adalah titipan yang sangat berharga. Banyak orang tua yang mengatakan melakukan segala sesuatu demi anak. Pergi pagi, pulang malam, bekerja keras, dan bilang semua ini dilakukan demi anak. Hilir mudik antar jemput ke sekolah dan berbagai tempat les, semuanya dilakukan demi anak. Setiap orang tua, tentunya ingin yang terbaik untuk anaknya.

Namun kadang, apa yang dilakukan orang tua, dan dikatakan demi anak, bertentangan dengan apa yang dimaui anak. Orang tua pulang kerja, capek, sementara anak-anak ingin ditemani bermain. Ngajak main bola, ngajak main kuda-kudaan, sementara rumah pun dalam kondisi berantakan. Seberapa orang tua bisa bersabar? Seberapa lama orang tua bisa betah menemani anak-anak bermain, sebelum meninggalkan mereka dan mengunci diri di kamar?

Saat orang tua mencuci piring, tiba-tiba si kecil ikut nimbrung. Apa yang ada dibenak orang tua? Membiarkan si kecil membantu, sebagai pembelajaran bagi dia. Dengan resiko pekerjaan jadi tambah lama dan mungkin jadi ada yang berantakan. Mungkin mencucinya tidak bersih, atau bisa jadi malah ada piring yang pecah karena licin dan tidak dipegang dengan kuat. Atau melarang si kecil, dan menyuruhnya duduk manis saja di depan TV. Dengan alasan agar pekerjaan cepat selesai dan dapat segera mengerjakan pekerjaan yang lain.

Saat si anak ingin menciu adiknya yang masih bayi yang sedang tidur lelap, apakah orang tua akan membiarkannya? Mengamati sambil tersenyum karena si kakak terlihat menyayangi adiknya. Atau akan melarang dengan alasan takut si bayi akan terbangun lalu menangis dan akhirnya membuat orang tua jadi repot.

***

Buku ini banyak menyentil orang tua, tentang bagaimana mereka memperlakukan anak-anaknya yang masih kecil. Paling tidak, saya pun beberapa kali tersentil. Saat anak-anak ingin membantu menyemprotkan cairan pelicin saat saya sedang menyetrika. Maka saya harus menghela napas dulu sebelum menganggukkan kepala. Helaan napas untuk menambah stok sabar, karena pekerjaan menyetrika pasti bakal jadi lebih lama.Udah gitu semprotannya kadang malah dibuat mainan. Semprot tembok lalu di lap dengan tissue. Menirukan gaya orang membersihkan kaca.

Kalau sedang terburu-buru, saya pasti menggelengkan kepala tanda tak mengijinkan. Gelengan kepala bukan berarti menyelesaikan masalah, karena anak-anak pasti akan bertanya “Terus tugasku apa, aku kan mau bantu mama”. Sekali waktu terlontar kalimat “Kalau mau bantu mama, main aja berdua di ruang sebelah, biar mama cepat selesai” Namun tak sampai lima menit, langsung disusul rasa sesal. Lalu dihentikanlah kegiatan menyetrika. Dan bergabung bermain bersama mereka. Anak-anak itu yang utama, setrika bisa lain kali.

***

Bagi orang tua, yang kadang bingung memahami apa maunya si kecil, ada baiknya anda membaca buku ini. bagi orang tua, yang kadang jengkel melihat ulah anak-anaknya, ada baiknya anda membaca buku ini.

Iklan

12 thoughts on “Saat Berharga Untuk Anak

  1. Jadi orang tua tak ada sekolahnya walau perannya sangat penting dalam menentukan hitam putihnya suatu keluarga dan bangsa. Semoga semakin banyak orang tua seperti Mbak Nanik, mendidik dirinya sendiri, agar juga benar mendidik anak-anaknya 🙂

  2. Mbak, makasih udah ditulisain ringkasan buku keren ini.
    Bener banget.
    Apa yang dimaksudkan orang tua untuk menyenangkan anak, kadang berbeda dengan apa yang anak inginkan…berusaha menempatkan diri dan berpikir dari sudut pandang mereka, mungkin bisa jadi salah satu solusi 🙂

  3. Tak disadari sering kita orang tua justru jadi penghambat anak-anak ya meski dengan alasan demi anak. Hai Babang Dedek, asiik ya saat bisa jalan mancing bareng ayahbunda.
    Salam

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s