SatriaKu

Dialog Pagi (2)

Pagi ini saya diminta oleh suami untuk menyiapkan bingkisan untuk seorang teman, bingkisan lebaran. Maka, saya pun mulai memasukkan beberapa barang ke dalam tas kresek hitam, dengan di bantu babang. Barang-barang sudah dimasukkan, lalu saya beralih mencari amplop dan dompet saya. Niatnya mau mengambil uang dan dimasukkan dalam amplop tersebut. Melihat itu, babang pun lalu bertanya

Babang (B) : Buat apa duit itu, Ma?

Mama (M) : Mau dikasihkan buat mbah Tomo

B : Ini kan namanya rasuah

Rasuah? saya bertanya-tanya dalam hati, apa itu rasuah. Anak ini memang kadang dapat istilah yang saya nggak ngerti apa maknanya

M : Rasuah itu apa bang?

B : Itu lho, Ma, kayak di upin ipin itu. Masa mama nggak tau

Alhamdulillah, masih pagi dan sehingga otak saya langsung bisa diajak berpikir cepat. Dan saya teringat bahwa rasuah itu = korupsi

Jadi pernah ada salah satu seri upin ipin yang temanya tentang korupsi. Dalam film tersebut, diilustrasikan pemberian amplop untuk menyuap. Jadi dalam perkiraan babang, amplop yang mau saya berikan itu sama dengan amplop yang di upin ipin

M : Ini bukan rasuah, Nak. Ini namanya sedekah

B : Sedekah itu apa?

M : Memberi pada orang yang nggak mampu, orang miskin. Biar mereka senang.

B : Oooo kalau orangnya senang terus berdoa buat babang?

M : Iya dong

***

Nggak nyangka, babang masih ingat soal rasuah. Padahal seingat saya, kami sama-sama melihat tayangan itu sudah berbulan-bulan yang lalu.

Iklan

12 thoughts on “Dialog Pagi (2)

  1. Memang kadang tontonan anak itu suka melekat yah mbaaak…
    makanya harus benar2 kita awasi tontonan mereka πŸ™‚

    Tapi babang keren lhoooo…berusaha mengingatkan mama nya πŸ™‚

  2. Dey, cepetnya Babang bereaksi ya…saya aja agak bingung apa yang semula dimaksud dengan kata rasuah disini…eh, ternyata sama dengan Komisi Anti Rasuah yang ketuanya lagi diseleksi sama Pansel…hehe, hebat, dengan lambatnya saya berpikir, makin ketauan deh berapa umur saya… πŸ˜‰

  3. Mbak Naniiik…,maaf ya saya kok nge-blank.
    Itu baca postingan mbak Nanik kenapa saya nyebutnya Dey…hehe, sekali lagi mohon maaf…selamat berpuasa juga ya, semoga ibadah puasanya lancar dan berkah πŸ™‚

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s