WisataKu

Nikmatnya Gonggong Bikin Ketagihan

IMG_20151116_123851

Gonggong. Membaca kata ini, dalam benak saya akan segera terbayang makhluk berkaki empat yang sering menjulurkan lidah, bersuara guk…guk… jika ada yang mengusik. Ya, sedari kecil, saya tahunya kalau gonggong itu identik dengan anjing. Anjing menggonggong, kafilah berlalu….

Tapi, gonggong yang mau saya ceritakan di sini, jauh sekali dari bayangan saya diatas. Gonggong yang satu ini rasanya nikmat banget, bikin ketagihan. Bahkan sepiring besar yang disajikan, bisa saya habiskan sendiri *abaikan rasa malu.

Saya kenal makanan ini saat bertugas ke Tanjung Pinang, kepulauan Riau. Saat istirahat siang, para peserta pelatihan mengajak makan di luar. Jadilah kami ke rumah makan Mandong.

IMG_20151116_121042

Menunya, macam-macam. Ada cumi, udang, ikan. Pokoknya melimpah olahan hasil laut. Berhubung tak ada masalah dengan kolesterol, hajar aja segala hasil laut itu di santap. *Abaikan niat diet.

Nah, diantara semua menu yang disajikan, ada satu yang asing bagi saya. Kayak siput bentuknya. Orang sana menyebutnya gonggong, sebenarnya itu adalah kerang. Kata mereka, belum sah ke tanjung pinang kalau belum menyantap gonggong.

Saya pun penasaran. Tapi bingung juga, gimana cara makannya?

Terus ada yang ngajari. Jadi pakai tusuk gigi. Tusuk aja sedikit bagian daging kerang yang ada menyembul ke permukaan, lalu tarik keluar. Maka dagingnya siap disantap. Lebih nikmat, kalau di cocol ke sambal kacang yang sudah disediakan sebagai pendamping makan gonggong.

Dagingnya kenyal tapi lembut. Gonggong ini hanya di rebus dengan sedikit garam, jadi kalau dimakan tanpa sambal, menurut saya rasanya agak tawar. Dengan dicocol sambal, rasanya jadi makin nikmat. Alhasil, menumpuklah kulit gonggong diatas piring saya.

IMG_20151116_125025

Usai makan, menikmati pemandangan dari meja makan. Kantukpun mulai datang. Rumah makan madong ini letaknya di pinggir teluk. Jadi mata bisa lepas melihat ke perairan. Angin semilir, perut kenyang. Pas lah untuk bersantai. Tapi waktu istirahat siang sudah habis, jadi harus kembali ke meja kerja.

IMG_20151116_115300

IMG_20151116_115310

Sayangnya, saya gagal bertemu dengan emak Kinan. Jadi ceritanya, pas mendarat di bandara, saya temukan ada peta Bintan. Terus ingatah saya dengan emak satu ini. Sayangnya saya tak punya kontaknya. Jadi saya coba saja kirim email, memberitahu kalau saya di tanjungpinang, barangkali bisa mampir.

Dan, saat saya di bandara, bersiap untuk kembali ke malang. Barulah Mamanya Kinan membalas email saya. Mungkin sibuk dengan pekerjaan dan juga baby nya.

Mudah-mudahan suatu saat bisa menikmati gonggong lagi, bersama Kinan dan adik bayinya

Iklan

16 thoughts on “Nikmatnya Gonggong Bikin Ketagihan

  1. ya ampun mbak, menyesal kita nggak bisa kopdaran mohon maaf yah mbak, aku pas dikantor sementara kalo dari tanjung uban ke bandara butuh waktu dua jam an perjalanan darat. kalo cepat 1 jam setengah. hiks…tak doakan kesini lagi mbak dan dari awal wa aku yah mbak biar insyallah bisa kopdaran, tahu gitu pasti tak ajak muter muter mbak ke lagoi, ke pantai trikora atau ke tanjung uban ketempatku 🙂 semoga insyallah ada kesempatan lagi pulau bintan lagi yah

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s