NaylaKu · SatriaKu

Polisi Sahabat Anak (dan Orang Tuanya)

IMG_20160121_092132

“Ada urusan apa?” pertanyaan yang langsung terlontar disertai perubahan raut wajah dari beberapa teman kantor waktu saya ijin untuk terlambat ke kantor karena ada kegiatan di polres. Tanggapan spontan, setiap mendengar kata polisi, pasti asumsinya terjadi sesuatu yang tidak baik, lebih ekstrim lagi berkaitan dengan kejahatan.

Kadang peran orang tua juga secara tak sadar ikut membentuk asumsi ini, dengan menghindarkan anak-anak untuk berurusan dengan polisi. Seolah kalau sampai ketemu polisi itu akan menyusahkan diri sendiri, urusannya akan panjang dan tak ada habisnya.

Salah satu cara memperbaiki asumsi ini adalah mengenalkan sejak dini kepada anak-anak, bahwa polisi itu baik, polisi adalah sahabat anak. Kebetulan ada salah satu teman blogger yang woro-woro, mengajak netizen untuk berkenalan dengan polisi, saya pun langsung mendaftarkan kedua anak saya untuk ikut.

Jadi, 21 Januari kemarin, saya menemani anak-anak ke polres kabupaten malang, yang berlokasi di kepanjen. Jadwal acaranya jam 8, tapi jam 6 kami sudah berangkat, untuk menghindari terjebak kemacetan lalu lintas, maklumlah jamnya berangkat sekolah dan kerja.

Di Polres, anak-anak disambut pak polisi dan bu polwan yang baik dan ramah. Diajak berkeliling dan dikenalkan beberapa bagian dan staf yang ada di bagian tersebut. Diajari beberapa lagu, pak polisi pun ikut bernyanyi. Nggak ada deh sikap tegas dan kesan galak. Polisi membaur dengan anak-anak, bergaya dan berbicara dengan bahasa anak-anak

IMG_20160121_082755

Selesai berkeliling, anak-anak dikumpulkan dan diberi pengenalan beberapa rambu lalu lintas yang banyak terdapat dijalan raya. Mereka juga menggunakan boneka, diantaranya boneka bang Jarwo, yang sering tayang disalah satu stasiun televisi. Suara pak polisi pun dibuat “berat” mirip dengan suara bang jarwo.

IMG_20160121_085334

Anak-anak dapat dua lagu lagi disini. Lagunya disertai gaya/peragaan dalam menyanyikannya. Sehingga diharapkan anak-anak cepat hapal dan juga paham makna lagu tersebut.

Selesai sesi pengenalan rambu-rambu, anak-anak diberi kesempatan untuk naik motor dan mobil patroli. Ada yang semangat naik, ortunya juga semangat memotret anaknya. Ada yang takut dan nangis. Sambil nunggu giliran naik mobil patroli, anak-anak menikmati snack yang disediakan oleh pihak polres.

IMG_20160121_093845

Jika ada sekolah yang ingin membawa anak-anaknya mengikuti program polisi sahabat anak, bisa langsung menghubungi humas polres masing-masing. Pasti akan disambut dengan baik, bahkan anak-anak diantar jemput dari sekolah ke polres, menggunakan bis polisi. Berhubung kedua anak saya cuma menumpang di acara ini, jadi kami langsung aja ke polres dan bergabung.

Selesai acara ini, saya tanyakan kesan anak-anak terhadap acara ini. Anak-anak senang, dan bilang kapan-kapan mau main ke kantor polisi lagi. Nah, berhasil deh kayaknya program polisi sahabat anak. Semoga juga jadi sahabat buat orang tuanya πŸ™‚

 

Iklan

30 thoughts on “Polisi Sahabat Anak (dan Orang Tuanya)

  1. Wah asik banget acaranya mak. Bener banget tuh terlepas dr oknum yg merusak citra polisi tetap jd pengayom masyarakt. Anak anak juga perlu tahu krn kalau terjadi sesuatu ada pak polisi yg akan membantu

  2. Saya rasanya paham banget kalau image polisi ini sedikit banyak rusak karena kebiasaan nakut-nakutin anak ya Mbak. Sampe sekarang saya masih ada rasa “takut” kalo papasan sama polisi meskipun memang yang nakal itu oknum.

  3. jadi nanti nggak bisa lagi anak-anak ditakutin kalau nggak mau makan atau kalau nggak mau pulang karena mainnya lama…. “nanti ditangkap polisi, lho!”

    πŸ˜€

  4. Bagus nih acaranya, biar anak-anak sejak dini mengenal polisi. Tapi kalau aku agak sebel sama polisi. Pertama kali motor hilang, lapor ke polisi enggak ada hasilnya. Kedua kali hilang, udah enggak mau ke polisi lagi. Trauma. Semoga ke depannya kinerja polisi lebih baik lagi..

    1. Amiin… Pernah sekali juga berurusan dg polisi, ada maling tas di dalam mobil saat sdg parkir. Disuruh buat laporan, terus ke bank blokir atm, lalu balik lagi ke kantor polisi. Diminta menunjukkan tempat kejadian. Setelah itu nggak ada berita.
      Sekitar 2 bln kemudian dihubungi polisi, malingnya udah ketemu dan kami diminta jadi saksi dipengadilan πŸ™‚

  5. Klo bagi orang dewasa, sepertinya agak sulit ya untuk mengubah image polisi yang terkait dg urusan tilang, apalagi di medsos baru2 ini lagi rame ttg kasus penilangan di Cirebon.

    Berkunjung juga ya ke blog saya http://bit.ly/ayomaubertanya dan jangan lupa untuk meninggalkan jejak/komen di sana πŸ˜‰

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s