WisataKu

Wisata Sejarah ke Candi Penataran

img_20160723_120846

Puas jalan-jalan ke kampung coklat, perjalanan kami lanjutkan ke Candi Penataran yang terletak di desa Penataran Kecamatan Nglegok, Blitar. Gersang dan panas, begitulah yang kami rasakan saat sampai di sana. Apalagi memang pas menjelang tengah hari. Tidak banyak pengunjung yang ada di sana. Sebelum masuk kompleks candi, kami mengisi buku tamu. Tidak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk tiket masuk. Jika tak keberatan, pengunjung bisa mengisi “kotak amal” yang disediakan di samping buku tamu. Seikhlasnya.

img_20160723_122749

Di samping mintu masuk, saya dapati ada pohon dengan buah bergelantungan. Buahnya mirip dengan jeruk bali. Saya mengira ini adalah buah jeruk, dan sudah terbayang betapa segarnya di cuaca panas begini menikmati buah jeruk yang baru di petik dari pohonnya. Tapi ternyata, itu bukan buah jeruk, melainkan buah Maja. Katanya, buah maja ini rasanya pahit, dan inilah asal-usul nama kerajaan Majapahit.

Sayangnya banyak tangan jahil yang mengukir buah-buah maja itu dengan nama-nama mereka. Jadi mengurangi keindahan dan kemulusan buah-buah itu.

Candi penataran merupakan candi Hindu. Dari sisa-sisa struktur dan artefak yang ada dilingkungan kompleks candi, diketahui bahwa kompleks candi ini terdiri dari beberapa bangunan yang pendiriannya tidak dilakukan serentak namun dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu yang cukup lama. Diperkirakan, kompleks candi ini mulai di bangun pada abad XII sampai XV Masehi. Yaitu mulai masa pemerintahanan kerajaan Kadiri, dilanjutkan pada masa kerajaan Singasari dan berakhir pada masa kerajaan Majapahit.

img_20160723_121413

img_20160723_121229

Dibagian belakang kompleks candi, banyak batu-batu penyusun candi yang letaknya berserakan, belum di susun menjadi sebuah bangunan utuh. Sayang sekali melihatnya terbengkalai seperti itu.

Iklan

11 thoughts on “Wisata Sejarah ke Candi Penataran

  1. Ternyata banyak candi2 di Indonesia yang bagus tapi kurang di ekspos keberadaannya ya mba.. Kayak candi pnataran or yang di karawang, karena ngga banyak yang tau jadi agak kurang terawat gitu 😀

    1. main-main ke Jatim Gung. Di Malang juga banyak candi-candi kecil peninggalan kerajaan Kediri dan Singasari.
      Eh, Agung udah selesai kuliah ya, Aduh serasa makin tua saya 🙂

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s