NaylaKu · SatriaKu

Belajar dari Komik, Emang Bisa?

Jaman kuliah dulu, saya memimpikan ada “diktat kuliah Naruto” maksudnya diktat kuliah yang enak di baca, tidak membosankan, bikin penasaran kalau bacanya kepotong ditengah jalan. Harus di baca sampai tuntas tas, mudah dipahami dan tetap ada diingatan walau diktatnya sudah ditutup. Yah, semacam baca komik Naruto, nggak akan diletakkan kalau belum selesai. Penasaran dan nggak sabar nunggu seri selanjutnya.

Dan ternyata, kini jamannya anak-anak yang mengalami. Bukan buku sekolah, bukan diktat kuliah, tapi benar-benar komik. Lebih tepatnya edukomik. Komik yang banyak memuat pelajaran di dalamnya. Komik-komik ini kini menjadi salah satu sumber belajar mereka. Setiap satu komik membahas tema tertentu. Komik ini penulis dan ilustratornya orang korea selatan. Setiap tema bisa jadi ditulis oleh orang yang berbeda.

Disetiap buku, ada jalan ceritanya. Disela-sela cerita, ada pengetahuan yang disisipkan. Pengetahuan yang disisipkan ini masih sejalan dengan ceritanya, dan dikemas dengan apik. Ini tentu juga tak lepas dari peran penerjemah. Ikut membaca-baca sekilas komik-komik ini, saya kadang manggut-manggut baca penjelasannya. Dalam hati berkata, oh begini rupanya. Tapi sampai sekarang, belum satu judul pun yang tuntas saya baca sampai selesai hehehe…. Dalam urusan ini, saya kalah sama babang. Setiap malam menjelang tidur, babang bisa tuntas membaca 2 buku. Nggak bosan baca berulang-ulang? Katanya sih nggak.

Bagaimana dengan harganya? Hehe… harganya memang relatif mahal. Jadi kadang kalau mau ke toko buku, babang suka nanya “Ma, aku boleh beli buku berapa kali ini?”. Biasanya saya batasi, babang dua buku, kakak juga 2 buku. Jadi sekali ke toko buku, bisa dapat empat judul yang berbeda. Semoga pelan-pelan bisa lengkap semua serinya kami miliki.

Babang sedang memilih-milih buku

Sekarang banyak banget macamnya edukomik di toko buku. Belum lengkap serial why kami miliki, sudah muncul beberapa seri edukomik baru lagi. Sekarang anak-anak lagi suka edukomik keluarga super irit. Penulis dan ilustratornya masih tetap orang korea selatan

Kakak lagi senang dengan cerita keluarga super irit 

Gara-gara baca serial keluarga super irit ini, sekarang saya jadi sering kena tegur anak-anak.

“Mama… kita kan keluarga super irit, kenapa lampu kamar nggak dimatikan, padahal nggak ada orang di kamar?”

“Mama ini bukan keluarga super irit, kenapa belanjanya ke pasar banyak sekali”

“Ma, ternyata popok bayi itu bisa dipake lagi lho, coba lihat caranya di keluarga super irit”

Saya sih senyum aja. Ini artinya mereka “menyerap” pelajaran dari buku yang dibacanya. Walau kadang mereka sendiri juga belum bisa konsisten untuk melaksanakan, apalagi soal menonton televisi. Jadinya gantian saya yang sering negur.

“Tivinya siapa yang nonton? Katanya keluarga super irit, matikan dong kalau nggak dilihati” Mereka memang di depan tivi, tapi masing-masing asyik dengan bacaan atau mainannya.

Iklan

6 thoughts on “Belajar dari Komik, Emang Bisa?

  1. Aku sama suami pun sampai sekarang masih suka baca komik mba.. Kebanyakan komik Jepang.. Banyak yg bisa diambil inspirasinya dari komik, kok.. 🙂 Yang komik WHY aku pun juga suka, pingin deh ngumpulin ya tapi harganya lumayan mahil juga.. Kalo ada diskon pingin borong.. Kalo yg Keluarga Super Irit itu aku baru liat di toko buku, belum pernah baca.. Anak2 jadi bisa belajar ngirit ya mba haha..

    1. hehehe… iya, banyak dikasih trik untuk bisa berhemat. Mereka juga jadi lebih menghargai barang-barang di rumah. Botol-botol minuman, kardus bekas nggak lagi dibuang, tapi dikumpulin. Kata mereka mau didaur ulang.

Silakan meninggalkan jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s